Narasita com- PALU,  — Ketua Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKPST), Soraya Sultan, mengapresiasi kerja tim seleksi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah yang telah menuntaskan seluruh tahapan seleksi, termasuk uji kompetensi.

Soraya menilai, sepuluh nama calon komisioner yang diumumkan melalui pengumuman Timsel Nomor: 007/389/DKIPS merupakan hasil seleksi dari peserta terbaik.

“Nama-nama tersebut akan diputuskan oleh DPRD Sulawesi Tengah setelah melalui tahap uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPRD yang membidangi penyiaran,” kata Soraya, Senin (2/6/2025).

Sebagai organisasi yang fokus pada isu kesetaraan gender, KPKPST berharap keterwakilan perempuan menjadi perhatian serius dalam proses penetapan komisioner KPID Sulteng periode 2025–2028.

“Bagi kami, keterwakilan perempuan tetap menjadi prioritas utama dalam pengisian jabatan komisioner KPID Sulteng,” ujar Soraya.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran perempuan dalam lembaga penyiaran publik, guna mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak.

Dukungan serupa disampaikan Direktur Lingkar Belajar untuk Perempuan (LIBU Perempuan) Sulawesi Tengah, Dewi Rana Amir. Ia menilai, narasi yang berperspektif gender penting untuk disuarakan dalam kebijakan penyiaran.

“Keberadaan perempuan di KPID adalah strategis untuk memastikan suara perempuan masuk dalam arus utama kebijakan penyiaran,” kata Dewi.

LIBU Perempuan mendorong DPRD Sulawesi Tengah untuk mempertimbangkan keterwakilan perempuan secara serius dalam proses uji kelayakan dan kepatutan, demi mewujudkan demokrasi yang adil dan inklusif.

Aktivis perempuan Sulawesi Tengah, Eva Bande, turut menyuarakan hal senada. Ia menilai, Komisi I DPRD Sulawesi Tengah harus memberikan ruang bagi perempuan dalam perumusan kebijakan penyiaran, terutama yang berdampak langsung pada perempuan, anak, dan kelompok rentan.