SIGI, NARASITA – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Longki Djanggola, melakukan kunjungan pengawasan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP) 22 Sigi, Sulawesi Tengah pada Sabtu (22/08). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program pemerintah, khususnya program Asta Cita Presiden Prabowo, berjalan sesuai sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Longki Djanggola ingin memastikan Sekolah Rakyat Sigi dapat diakses dengan baik.

Longki meninjau langsung aktivitas pendidikan dan kondisi para siswa yang saat ini masih mengikuti pembelajaran sementara di Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial. Mereka nantinya akan menempati fasilitas sekolah permanen yang sedang dibangun di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi. Keberadaan Sekolah Rakyat Sigi menjadi prioritas dalam upaya pemerataan pendidikan.

Menurut Longki, pengawasan langsung ke lapangan merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Selain itu, ia juga sebagai kader Partai Gerindra yang mengemban amanah.

“Ini merupakan tugas dan kewajiban kami sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus sebagai kader Gerindra. Kami harus turun langsung ke lapangan untuk memastikan bahwa program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo betul-betul tepat sasaran kepada masyarakat yang memang layak menerimanya,” kata Longki Djanggola.

Dia menambahkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan angka anak putus sekolah akibat persoalan ekonomi. Longki Djanggola melihat potensi besar dari adanya Sekolah Rakyat Sigi.

“Program Asta Cita Bapak Presiden harus betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai masih ada anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena persoalan ekonomi. Dengan adanya Sekolah Rakyat, kita berharap tidak ada lagi alasan anak tidak bisa sekolah karena tidak mampu,” tegasnya.

Target 2.000 Siswa untuk Sekolah Rakyat Sigi

Wakil Kepala Sekolah Rakyat Sigi, Azizah Nur Isnaeni, menjelaskan bahwa sekolah permanen yang disiapkan di Desa Pombewe ditargetkan dapat menampung hingga 2.000 siswa. Para siswa tersebut akan berasal dari tiga jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA. Saat ini, proses rekrutmen peserta didik untuk ketiga jenjang tersebut tengah berjalan. Sekolah Rakyat Sigi diharapkan dapat menjadi pusat pendidikan unggulan.

Azizah berharap pembangunan sekolah permanen segera rampung sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih memadai. Pembangunan ini menjadi kunci sukses program Sekolah Rakyat Sigi.

“Target Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Pombewe, sebanyak 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Kami berharap pembangunan sekolah permanen dapat segera selesai. Program ini sangat membantu dan kami melihat Sekolah Rakyat dapat mengurangi angka anak putus sekolah,” jelas Azizah.

Dia juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekolah Rakyat Sigi Masih Kekurangan Guru

Dalam kunjungan tersebut, pihak sekolah turut menyampaikan sejumlah kebutuhan yang masih perlu mendapat perhatian, salah satunya adalah ketersediaan tenaga pendidik. Sekolah Rakyat Sigi saat ini masih kekurangan guru untuk sejumlah mata pelajaran, di antaranya Pendidikan Agama Nasrani, Pendidikan Agama Islam, dan Seni Budaya.

Menanggapi persoalan tersebut, Longki mengatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi. Koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi maupun Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. Keberhasilan Sekolah Rakyat Sigi sangat bergantung pada ketersediaan guru yang memadai.

Menurut dia, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya diukur dari pembangunan gedung maupun jumlah siswa. Ketersediaan guru yang memadai juga menjadi faktor penting agar proses pendidikan berjalan optimal. Kunjungan pengawasan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DPR RI memastikan program pemerintah, khususnya Sekolah Rakyat, berjalan efektif dan tepat sasaran.

Longki berharap program tersebut dapat memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi.