Narasita.com- JAKARTA — Muhamad Ikhlas resmi dilantik sebagai Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah untuk periode 2026–2031. Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen daerah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kanker berbasis kolaborasi masyarakat.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum YKI Pusat, Aru Wisaksono Sudoyo, dan berlangsung di Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya, Aru menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar serah terima jabatan, melainkan titik awal transformasi organisasi. Ia menyebut YKI dituntut untuk beradaptasi dengan tata kelola yang lebih profesional, akuntabel, dan transparan, seiring perkembangan regulasi hukum dan perpajakan.
“Transformasi ini bukan sekadar perubahan administratif atau formalitas, tetapi menyangkut perubahan cara kerja, tata kelola organisasi, hingga pola koordinasi antara pusat dan daerah,” ujar Aru.
Ke depan, YKI akan memperkuat koordinasi antara pengurus pusat dan daerah melalui penerapan program nasional yang terstandar. Meski demikian, setiap daerah tetap diberi ruang untuk menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan karakteristik lokal.
Wilayah diharapkan mampu mengidentifikasi persoalan spesifik di daerah masing-masing serta menjalankan program secara mandiri, tanpa keluar dari visi dan misi nasional organisasi.
Sementara itu, Muhamad Ikhlas menekankan bahwa penanganan kanker tidak bisa hanya bergantung pada tenaga medis. Menurutnya, upaya pencegahan dan penyembuhan memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat.
Pelantikan ini diharapkan membawa semangat baru dalam upaya melawan kanker di Sulawesi Tengah, dengan pendekatan yang lebih modern, terstruktur, serta mendorong partisipasi publik secara luas demi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kanker.rls





