PALU, NARASITA – Potensi Pariwisata Sulawesi Tengah kian bersinar dengan lonjakan signifikan jumlah wisatawan nusantara pada 2024, diiringi kehadiran ribuan turis mancanegara yang mulai melirik keindahan alam dan budaya provinsi ini. Data terbaru menunjukkan, perjalanan wisatawan domestik menuju Sulawesi Tengah melonjak drastis, mencapai 8,33 juta perjalanan sepanjang Januari hingga November 2024, sementara pada 2022, provinsi ini telah menarik 3.280 kunjungan dari wisatawan mancanegara, menyoroti daya tarik Kepulauan Togean hingga Matantimali.

Peningkatan drastis pada pasar domestik ini menjadi indikator kuat geliat sektor Pariwisata Sulawesi Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka 8,33 juta perjalanan wisatawan nusantara tujuan Sulawesi Tengah tersebut meningkat 36,47 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023. Hal ini menegaskan bahwa daya tarik alam dan budaya di provinsi ini semakin dikenal dan diminati oleh pelancong dari berbagai daerah di Indonesia.

“Pada Januari-November 2024, perjalanan wisatawan nusantara berdasarkan kabupaten/kota tujuan di Sulawesi Tengah mencapai 8,33 juta perjalanan atau naik 36,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023,” kata Kepala BPS Sulteng Simon Sapary.

Meski dominasi kunjungan masih dipegang wisatawan nusantara, data menunjukkan bahwa Pariwisata Sulawesi Tengah juga mulai menarik perhatian pasar internasional. Pada tahun 2022, provinsi ini mencatat 3.280 kunjungan wisatawan mancanegara. Jumlah ini merupakan sinyal penting bagi pengembangan pariwisata premium dan minat khusus, mengingat Sulawesi Tengah memiliki destinasi unik yang belum terlalu padat.

“Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2022, berjumlah 3.280,” demikian bunyi publikasi resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Beberapa destinasi utama yang menjadi magnet bagi Pariwisata Sulawesi Tengah meliputi Kepulauan Togean, yang dikenal sebagai surga bawah laut dengan keindahan terumbu karang dan spot selam kelas dunia. Selain itu, Matantimali menawarkan pengalaman paralayang dengan pemandangan lembah yang menawan, sementara Dataran Bada di Poso menyajikan warisan megalitik berusia ribuan tahun.

Tidak hanya itu, Danau Poso yang merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia, fenomena alam Pusentasi di Donggala, serta keindahan Air Terjun Saluopa dan Salodik, turut memperkaya portofolio Pariwisata Sulawesi Tengah. Kementerian Pariwisata bahkan pernah menetapkan Togean, Matantimali, dan situs purbakala di Dataran Bada sebagai destinasi unggulan nasional.

“Ketiganya adalah objek wisata Togean, Matantimali dan situs benda-benda purbakala dan patung megalit di Dataran Bada, Poso,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulteng Diah Agustiningsih.

Kombinasi antara wisata bahari tropis, danau, pegunungan untuk petualangan, situs budaya, dan kawasan ekowisata yang masih alami, menjadikan Sulawesi Tengah memiliki paket lengkap. Potensi ini memberi peluang besar untuk memposisikan provinsi ini sebagai destinasi alami, otentik, dan tidak terlalu padat bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda.

Dengan lonjakan wisatawan nusantara dan daya tarik yang mulai dikenal pasar internasional, prospek pengembangan Pariwisata Sulawesi Tengah terlihat cerah. Tantangan utama saat ini meliputi peningkatan aksesibilitas, promosi yang lebih gencar, serta pengembangan infrastruktur dan layanan untuk mendukung pertumbuhan sektor ini secara berkelanjutan.