Narasita.com- PALU, — Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) semakin meluas di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Namun, pemahaman para pendidik dan orang tua mengenai penggunaan AI secara etis dan produktif masih perlu diperkuat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org mengimplementasikan program AI Ready ASEAN, yang mulai berjalan sejak 2024.

Program ini merupakan lanjutan kemitraan ASEAN Foundation dan Google.org untuk membekali masyarakat ASEAN dengan keterampilan yang relevan menghadapi perkembangan teknologi AI. AI Ready ASEAN ditargetkan menjangkau lebih dari 5,5 juta warga di sepuluh negara ASEAN.

Di Indonesia, program ini menggandeng sejumlah learning implementation partner (LIP), salah satunya Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Organisasi ini mendapat mandat menyelenggarakan pelatihan di 23 provinsi, termasuk Sulawesi Tengah. Pelatihan difokuskan kepada siswa, mahasiswa, guru, serta orang tua sebagai pendamping anak muda.

Salah satu rangkaian kegiatan AI Ready ASEAN di Sulawesi Tengah digelar di SD Islam Cahaya Khalifah Palu bekerja sama dengan Universitas Tadulako, Jumat (5/12/2025). Pelatihan diikuti sekitar 50 pendidik dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi, seperti SD Islam Cahaya Khalifah Palu, SMP Golden Gate, Universitas Tadulako, AMIK Tri Dharma Palu, dan Universitas Azis Lamajido. Kegiatan tersebut dipandu tiga pelatih bersertifikasi dari Mafindo.

Pelatihan menggunakan modul resmi ASEAN Foundation yang mencakup empat kelompok materi utama: AI Fundamental, AI Usage & Implementation, AI Ethics, Privacy & Security, serta Teaching About AI. Setiap peserta diwajibkan mengikuti 15 modul dengan metode pembelajaran berbasis video, materi baca, serta pre-test dan post-test.

Kepala SD Islam Cahaya Khalifah Palu, Jiati Endah Sari, menyambut baik pelaksanaan program ini. Ia menilai AI dapat menjadi perangkat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Kami senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Materi yang diberikan membantu kami memahami apa itu AI dan bagaimana pemanfaatannya. Kami berharap pelatihan seperti ini dapat berlanjut, mungkin dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai penggunaan AI dalam proses belajar,” ujar Jiati.rlis