Narasita.com- Palu — Pemerintah Kota Palu resmi membuka Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di area utara halaman Kantor Wali Kota Palu, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kamis (19/2/2026). Kegiatan tahunan ini diikuti 192 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengatakan seluruh pedagang yang terlibat merupakan UMKM binaan pemerintah kota. Pasar Ramadan dijadwalkan berlangsung sejak awal Ramadan hingga 18 Maret 2026, atau tiga hari menjelang Idulfitri.
“Sebanyak 192 pedagang UMKM berpartisipasi dan kegiatan ini berlangsung sampai 18 Maret 2026,” kata Imelda saat membuka acara.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pusat kuliner berbuka puasa, tetapi juga mendorong digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS. Menurut dia, pembayaran non-tunai dinilai lebih praktis dan aman bagi pedagang maupun pembeli.
“Kami mengimbau pedagang memaksimalkan penggunaan QRIS agar transaksi lebih mudah dan sosialisasi pembayaran digital semakin luas,” ujarnya.
Pemerintah kota juga meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Palu bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Muhamad Irfan Sukarna, menilai Ramadan merupakan momentum penting untuk menggerakkan ekonomi daerah karena meningkatnya konsumsi masyarakat.
Menurut dia, kelancaran sistem pembayaran menjadi faktor kunci dalam mendukung aktivitas ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri. Karena itu, Bank Indonesia mendorong penggunaan QRIS dalam Pasar Ramadan sebagai bagian dari perluasan ekosistem pembayaran digital.
Irfan menyebut lebih dari 50 persen volume transaksi QRIS di Sulawesi Tengah pada 2025 berasal dari Kota Palu, dengan total sekitar 10 juta transaksi. Sekitar 33 persen pedagang pengguna QRIS di provinsi tersebut juga berada di Palu.
Pada pelaksanaan Pasar Ramadan tahun sebelumnya, tercatat sekitar 8.000 transaksi. Bank Indonesia berharap jumlah itu meningkat pada tahun ini seiring bertambahnya pedagang dan penggunaan pembayaran digital.
Pemerintah Kota Palu bersama Bank Indonesia menargetkan Pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman, tetapi juga sarana pemberdayaan UMKM dan percepatan transformasi digital di daerah.fdl





