Narasita – PALU — Sebanyak 80 santri dan 20 tim pengajar Pondok Pesantren Hidayatullah Palu mengikuti kajian literasi keuangan syariah yang digelar oleh Sakinah Finance, Kamis, 10 April 2025. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jl. Uwe Buro, Tondo, Kota Palu, Sulawesi Tengah, dan menjadi salah satu bagian dari upaya edukasi finansial berbasis nilai-nilai Islam bagi generasi muda.

Dalam kajian tersebut, Murniati, narasumber dari Sakinah Finance, memaparkan enam prinsip dasar keuangan syariah. Keenam prinsip itu meliputi: menghindari riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), maysir (spekulasi atau perjudian), dharar (hal yang membahayakan), kezaliman, dan transaksi terhadap barang atau jasa yang diharamkan. Ia menekankan pentingnya pemahaman prinsip ini agar para santri mampu membangun kesadaran finansial sejak dini sesuai tuntunan agama.

“Pemahaman literasi keuangan harus dimulai sejak muda, terlebih di era digital saat ini yang banyak sekali jebakan finansial. Prinsip syariah adalah dasar untuk membentuk keuangan yang sehat dan berkah,” jelas Murniati.

Untuk mencairkan suasana dan sekaligus menguji pemahaman peserta, diadakan kuis interaktif seputar materi yang telah dipelajari. Salah satu santri kelas 9, M. Fadhli, tampil menonjol saat menjawab pertanyaan mengenai prinsip keuangan syariah. Ia berhasil menjelaskannya dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami oleh teman-teman sebayanya, sehingga mendapat apresiasi dari peserta dan pemateri.

Tak hanya fokus pada prinsip keuangan Islam, Murniati juga mengangkat isu aktual seputar pinjaman online (pinjol) ilegal dan perjudian daring yang marak di kalangan remaja. Ia menyampaikan kekhawatiran terhadap praktik-praktik tersebut yang dapat menyeret generasi muda dalam jeratan utang dan gaya hidup konsumtif yang merusak masa depan.

“Literasi keuangan bukan hanya soal menabung atau investasi, tetapi juga tentang bagaimana membentengi diri dari jebakan ekonomi yang merusak. Santri sebagai calon pemimpin dan pendakwah harus menjadi pelopor gaya hidup finansial yang sehat dan sesuai syariat,” katanya.

Kehadiran Murniati dan tim Sakinah Finance di Kota Palu merupakan bagian dari undangan resmi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah dalam rangkaian acara Peringatan Haul ke-57 Guru Tua SIS Al Jufri. Selain menjadi pembicara dalam talkshow bertema ekonomi berkelanjutan, Murniati juga memanfaatkan momentum ini untuk bersilaturahmi dengan pihak pesantren dan mengadakan sesi kajian khusus terkait perencanaan keuangan bagi santri.

Di akhir kegiatan, Murniati menyampaikan harapannya agar para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah dapat menjadi generasi yang tidak hanya paham ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi pelopor dakwah ekonomi syariah di Indonesia. “Semoga ilmu yang mereka peroleh hari ini bisa menjadi bekal untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan bebas dari praktik ekonomi yang merusak,” ujarnya.