Narasita.com- PALU, – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (12/2/2026). Rapat dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Posko Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Sulteng.
Rakor tersebut melibatkan jajaran kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah serta sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Sulteng AKBP Alex Reynold mengatakan, peran Satgas Saber Pelanggaran Harga sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi kepentingan masyarakat.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri dalam menangani persoalan harga barang pokok. Kolaborasi yang erat antarinstansi adalah kunci untuk mencapai hasil maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Alex dalam arahannya.
Rakor dihadiri perwakilan Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pangan Provinsi Sulteng, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng, serta Bulog Wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas evaluasi pelaksanaan tugas Satgas pada periode sebelumnya, perkembangan harga kebutuhan pokok di sejumlah daerah, hingga penyusunan strategi pemantauan dan penindakan terhadap potensi pelanggaran harga.
Perwakilan Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan rutin terhadap tren harga di pasar tradisional maupun modern. Komoditas yang menjadi fokus pengawasan meliputi beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam ras, dan daging sapi.
“Kami menemukan adanya potensi kenaikan harga di beberapa titik yang tidak sepenuhnya sejalan dengan mekanisme pasar. Karena itu, diperlukan langkah preventif dan represif secara terpadu dari seluruh pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem distribusi guna menjamin ketersediaan pasokan di seluruh wilayah. Koordinasi dengan Bulog terus ditingkatkan agar stok komoditas strategis tetap aman.
“Kami berkoordinasi dengan Bulog agar stok pangan strategis selalu tersedia, sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga,” kata perwakilan Dinas Pangan.
BPS Provinsi Sulawesi Tengah turut memaparkan data perkembangan inflasi dan indeks harga konsumen sebagai dasar pengambilan kebijakan. Data tersebut dinilai penting agar langkah penanganan yang diambil Satgas sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Bulog Wilayah Sulawesi Tengah menyatakan kesiapan mendukung stabilisasi harga melalui penyediaan dan penyaluran komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau. Optimalisasi penjualan melalui jaringan gerai Bulog di berbagai daerah juga akan terus dilakukan.
Sebagai tindak lanjut, rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain peningkatan frekuensi pemantauan pasar oleh tim gabungan lintas instansi, penyusunan pedoman pembinaan dan pengawasan bagi pelaku usaha, serta penindakan tegas terhadap praktik manipulasi harga dan penimbunan barang.
Alex menegaskan, aparat penegak hukum tidak akan mentolerir praktik yang merugikan masyarakat.
“Kami tidak akan mentolerir praktik yang merugikan masyarakat. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Melalui penguatan sinergi antarinstansi, Satgas berharap stabilitas harga kebutuhan pokok di Sulawesi Tengah dapat terjaga sehingga masyarakat memperoleh barang dengan harga wajar dan terjangkau.rlis





