Narasita – PALU – Aksi tawuran antar geng motor di Kota Palu kembali terjadi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga. Sabtu dini hari (5/4/2025) sekitar pukul 02.30 WITA, sekelompok remaja dari berbagai geng motor terlibat Tawuran di Jalan Sungai Lariang, tepat di perbatasan antara Kelurahan Ujuna dan Kalikoa. Tawuran ini melibatkan kelompok gabungan dari geng motor “Anoa Texas” dan “SGL” yang berhadapan langsung dengan geng “Malino 24” asal Kalikoa.

Suasana malam yang semestinya tenang berubah menjadi tegang ketika aksi saling lempar batu dan petasan memecah keheningan. Tawuran sempat berlangsung beberapa saat hingga akhirnya berhasil dibubarkan oleh Tim Jaguar dari Polresta Palu yang tiba lebih dulu di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian melalui Kapolresta Palu, Kombes Deny Abrahams, menyatakan bahwa dua remaja berhasil diamankan di tempat kejadian. Informasi tersebut disampaikan oleh Kasubsi PIDM Humas Polresta Palu, Aiptu Kadek Aruna. Selain dua pelaku, satu unit sepeda motor Yamaha Genio berwarna merah yang digunakan dalam aksi tersebut juga disita dan kini diamankan di Satlantas Polresta Palu.

Identitas pelaku yang diamankan adalah M.R. (16), seorang pelajar kelas III di salah satu SMP di Kabupaten Sigi, dan A.R. (15), pelajar kelas X di SMK di Kota Palu. Keduanya diketahui merupakan anggota aktif geng motor Anoa Texas. Saat ini, keduanya menjalani proses pembinaan lebih lanjut di Polsek Palu Barat.

Tak hanya pelaku, seorang korban juga dilaporkan dilarikan ke rumah sakit akibat insiden ini. Sekitar pukul 08.25 WITA, pihak kepolisian menerima laporan dari RS Anutapura Palu tentang seorang remaja berinisial A.F. (14) yang mengalami luka akibat terkena busur di bagian pinggang. A.F., yang merupakan pelajar SMP asal Kelurahan Boyaoge, diketahui merupakan anggota geng motor Kampung Barat. Dalam keterangannya, A.F. mengaku sempat bergabung dengan kelompok Anoa Texas dan SGL sebelum ikut serta dalam aksi tawuran.

“Korban mengaku sebelumnya berkumpul bersama kelompoknya, lalu bergabung dengan geng motor Anoa Texas dan SGL untuk melakukan tawuran di perbatasan Kelurahan Ujuna dan Nunu,” jelas Aiptu Kadek Aruna.

Aksi tawuran ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, mengingat keterlibatan para remaja usia sekolah yang berpotensi merusak masa depan mereka. Kepolisian menegaskan akan terus melakukan patroli dan pembinaan, serta menjalin kerja sama dengan sekolah dan pihak keluarga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Warga setempat berharap agar aparat dapat menindak tegas dan melakukan pendekatan yang menyentuh akar permasalahan, seperti kenakalan remaja dan kurangnya pengawasan terhadap aktivitas mereka di luar rumah.

Tawuran geng motor kini bukan hanya soal konflik jalanan, tetapi telah berkembang menjadi ancaman serius bagi ketertiban dan keselamatan masyarakat, khususnya di kalangan remaja yang rawan terjerumus pada aksi kekerasan.