MILAN, NARASITA – Gelandang muda Italia, Liberali, secara mengejutkan menolak pinangan AC Milan pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 21 tahun itu justru memilih bergabung dengan klub promosi Serie A, Como, sebuah keputusan yang diungkapkan direktur olahraga Catanzaro sebagai masalah prinsip terkait perlakuan yang diterimanya saat masih berseragam Rossoneri.

Keputusan Liberali tolak AC Milan ini menjadi sorotan utama jelang bergulirnya kompetisi Serie A dan Liga Champions. AC Milan, di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim, memang tengah gencar melakukan regenerasi lini tengah menyusul kepergian Bennacer dan Tonali. Namun, upaya keras mereka untuk membawa pulang talenta yang pernah mereka miliki ini berujung pada penolakan.

Liberali, yang berposisi sebagai gelandang serang, tampil impresif bersama Catanzaro di musim 2025/26 dengan mencatatkan 30 penampilan, 5 gol, dan 7 assist. Nilai pasarnya diperkirakan mencapai €12–15 juta, menjadikannya salah satu aset berharga. Kehadiran Liberali di Como tentu menjadi keuntungan besar bagi klub yang baru promosi tersebut, memberikan amunisi baru di lini tengah.

Direktur olahraga Catanzaro memberikan pandangannya mengenai situasi ini, mengindikasikan adanya faktor emosional di balik keputusan Liberali tolak AC Milan.

“AC Milan telah melakukan segala yang mereka bisa untuk membawa Liberali kembali. Menurut saya, keputusan Liberali memilih Como merupakan masalah prinsip dan bagaimana dia diperlakukan sebelumnya saat masih di Milan,” kata Direktur olahraga Catanzaro.

Ia juga menambahkan, “Andai Liberali balik ke Milan di bawah pelatih Amorim, dia pasti akan meledak, seperti Cissè yang berhasil menjadi pemain inti saat ini.” Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa AC Milan melewatkan kesempatan emas untuk mengembalikan seorang gelandang berbakat, sementara Como berhasil mendapatkan pemain yang berpotensi menjadi motor serangan mereka. Situasi ini menunjukkan bagaimana masa lalu dapat memengaruhi keputusan krusial dalam karier seorang atlet.