JAKARTA, NARASITA – Waspada terhadap modus penipuan Google Maps yang semakin canggih dan meresahkan. Penipu kini menggunakan foto buatan AI dan mengubah informasi kontak di profil bisnis untuk menjebak korban. Modus ini telah menelan banyak korban, baik konsumen maupun pemilik usaha, dengan kerugian finansial yang signifikan.
Salah satu taktik utama dalam modus penipuan Google Maps ini adalah penyisipan nomor telepon palsu pada foto profil bisnis atau kolom alamat. Nomor ini, yang biasanya nomor ponsel penipu, menggantikan kontak resmi dari usaha yang bersangkutan. Alhasil, calon pelanggan yang mencari informasi kontak di Google Maps akan secara langsung menghubungi penipu, bukan pihak bisnis yang sebenarnya.
Kasus semacam ini tidak hanya terjadi di luar negeri, namun juga marak di Indonesia. Bank, hotel, klinik gigi, hingga penyewaan kos-kosan dan lapangan olahraga menjadi target. Penipu akan berpura-pura menjadi admin atau staf resmi, kemudian meminta uang muka (DP), biaya administrasi, atau transfer lain untuk reservasi palsu. Contoh nyata adalah kasus klinik gigi di Jakarta, di mana korban diminta mentransfer Rp300.000 untuk reservasi, padahal klinik tersebut tidak pernah meminta deposit.
Kerugian yang ditimbulkan dari modus penipuan Google Maps ini sangat beragam. Konsumen bisa kehilangan uang tunai karena transfer ke rekening penipu, sementara pemilik bisnis mengalami kerugian reputasi dan kepercayaan pelanggan. “Penipu memanipulasi informasi kontak di Google Maps, membuat nomor palsu terlihat resmi,” kata seorang pakar keamanan digital.
Untuk menghindari menjadi korban modus penipuan Google Maps ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada. Penting untuk selalu memverifikasi informasi kontak melalui situs web resmi atau media sosial bisnis yang bersangkutan sebelum melakukan transaksi. Jika Anda adalah pemilik usaha, pantau profil bisnis Anda secara rutin di Google Maps dan segera laporkan jika menemukan adanya perubahan atau informasi palsu.
Jika menemukan nomor palsu atau indikasi penipuan di Google Maps, segera laporkan ke pihak Google. Jangan pernah melakukan transfer uang ke nomor atau rekening yang belum terverifikasi kebenarannya. Google menyediakan fitur pelaporan untuk membantu membersihkan platform dari konten yang menyesatkan.





