BANGGAI, NARASITA – Trend Asia mengangkat persoalan industri ekstraktif dan kerentanan bencana di Sulawesi Tengah melalui rangkaian kegiatan Festival Sastra Banggai yang memasuki tahun kesepuluh. Isu tersebut dibahas melalui diskusi, bedah buku, dan lomba cerpen bertajuk “Torang Bacarita Tambang”.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk merekam pengalaman masyarakat yang hidup di sekitar wilayah pertambangan, termasuk perubahan bentang alam, pergeseran budaya, serta risiko bencana yang mengiringi aktivitas industri ekstraktif.
Dalam rilis persnya, Trend Asia menyoroti kondisi Pulau Sulawesi yang dinilai memiliki tingkat kerentanan bencana tinggi. Organisasi tersebut mencatat, 96 persen izin usaha pertambangan (IUP) industri nikel beroperasi di wilayah rawan bencana.
Temuan itu menjadi salah satu perhatian yang diangkat dalam rangkaian kegiatan Festival Sastra Banggai. Trend Asia memanfaatkan sastra sebagai medium untuk menyampaikan persoalan lingkungan dan sosial yang berkembang di kawasan industri ekstraktif.
Melalui diskusi dan bedah buku, persoalan pertambangan dibahas dari sudut pandang yang lebih luas, tidak hanya terkait aktivitas ekonomi, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan. Sementara itu, lomba cerpen “Torang Bacarita Tambang” membuka ruang bagi penulis untuk mengangkat cerita dan pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan di sekitar wilayah pertambangan.
Trend Asia menilai dokumentasi pengalaman masyarakat melalui karya sastra penting untuk memperluas percakapan publik mengenai pembangunan industri, perlindungan lingkungan, dan risiko bencana di Sulawesi Tengah.
Meski demikian, rincian mengenai sumber data, periode penghitungan, serta jumlah keseluruhan IUP nikel yang menjadi dasar angka 96 persen tersebut belum dicantumkan dalam materi rilis yang diterima.
Festival Sastra Banggai menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan karya sastra dengan persoalan sosial dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, isu pertambangan diharapkan dapat dibaca tidak hanya sebagai persoalan industri, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman hidup masyarakat yang terdampak perubahan lingkungan dan sosial.





