Narasita com- Morowali, – Sejumlah warga Desa Tondo, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, bersama pemerintah desa mendatangi kantor PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) pada Jumat (11/4).

Mereka mengembalikan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa perlengkapan untuk pelaku UMKM, karena dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Tondo, Iwan Mbawi, yang turut hadir dalam aksi tersebut, menyatakan kekecewaannya terhadap mekanisme penyaluran bantuan oleh perusahaan. Menurutnya, program CSR tidak melibatkan pemerintah desa dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan.

“Bantuan ini kami kembalikan karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Perusahaan tidak transparan dan tidak berkoordinasi dengan pemerintah desa, padahal kami yang paling memahami kondisi warga,” kata Iwan.

Ia menambahkan, bantuan berupa alat memasak yang diberikan kepada pelaku UMKM dinilai tidak relevan dan tidak menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama mereka yang terdampak langsung oleh aktivitas industri di sekitar wilayah desa.

Sebelumnya, PT IHIP melalui Manajer External, Cipto Rustianto, menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan UMKM melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Dalam keterangan yang dikutip dari Antara Sulteng, disebutkan bahwa sejak 2022 hingga akhir 2024, perusahaan telah menyalurkan sekitar 1,5 juta dolar AS untuk program CSR. Bila digabungkan dengan proyek pembangunan Bandara Morowali, total dana CSR yang disalurkan mencapai 11,5 juta dolar AS.

Namun demikian, warga menilai implementasi program tersebut belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat dan minim partisipasi dari pihak yang terdampak langsung.

“CSR bukan sekadar formalitas. Kami ingin perusahaan benar-benar hadir dan mendengar aspirasi kami,” ujar salah satu warga yang turut serta dalam aksi.

Warga berharap perusahaan ke depan membuka ruang dialog yang lebih inklusif dan menyusun program CSR berdasarkan kajian kebutuhan masyarakat secara partisipatif.(Rlis)