Narasita com- Palu, – Sejumlah warga di Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, mengeluhkan buruknya sistem drainase dan meningkatnya gangguan keamanan lingkungan dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Palu, Ucu Susanto, yang berlangsung di Jalan MH Thamrin, RT 02 RW 04, Senin(21/7/2025).
Menurut salah satu warga, Oyong, genangan air kerap terjadi saat hujan turun karena saluran air tidak mengalir dengan baik.
“Kalau hujan, air tergenang dan warga di bagian bawah selalu menjadi korban. Kami tidak tahu ke mana air ini seharusnya mengalir. Sudah beberapa kali disampaikan dalam reses sebelumnya, tapi belum juga ada perbaikan,” ujar Oyong.
Keluhan warga diperkuat oleh Lurah Besusu Timur yang mengakui bahwa beberapa titik drainase memang mengalami penyumbatan dan belum mendapatkan penanganan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Salah satunya berada di kawasan Setiabudi.
“Kami sudah dua kali bersurat ke PU, tetapi belum ada tindak lanjut. Drainase tersumbat ini mengganggu aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan besar,” jelas Lurah Besusu Timur.
Selain drainase, warga juga menyoroti persoalan keamanan lingkungan yang dinilai memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Warga menyebut maraknya pencurian sepeda motor di lorong-lorong sempit yang memiliki banyak akses keluar masuk. Untuk itu, warga mengusulkan pemasangan portal di tiap lorong guna membatasi akses kendaraan.
Menanggapi hal itu, Ucu Susanto menyampaikan bahwa seluruh aspirasi warga akan dihimpun dalam lembaran khusus untuk dibawa ke rapat dewan. Ia juga menyinggung bahwa pokok-pokok pikiran (pokir) baru akan direalisasikan pada 2026, sesuai jadwal penyusunan anggaran.
“Silakan Bapak dan Ibu isi lembar aspirasi yang sudah dibagikan. Kami akan kawal dan perjuangkan masuk ke dalam pokir tahun 2026,” ujar Ucu.
Pemerintah kelurahan juga menyebut telah mengajukan permintaan pemasangan CCTV ke DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, namun hingga kini belum terealisasi. Ucu menambahkan, pihaknya akan mendorong pengadaan tersebut dan juga mengakomodasi usulan portal untuk mendukung program keamanan lingkungan berbasis masyarakat.
Reses kali ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dinas teknis, seperti Dinas PU, Dinas Sosial, dan Dinas UMKM. Dalam kesempatan itu, warga juga diajak menyampaikan kebutuhan lain seperti pelatihan kerja dan bantuan alat usaha.





