Narasita – POSO – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Tamanjeka, Kabupaten Poso, Minggu (17/8/2025), terasa berbeda. Tak hanya diramaikan dengan semangat merah putih, masyarakat setempat juga mendapat sentuhan kepedulian dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulteng Irjen Agus Nugroho hadir langsung di tengah warga, menggelar kegiatan bakti sosial yang menggabungkan dua aspek penting dalam kehidupan masyarakat: pertanian dan kesehatan. Mengusung semangat kemerdekaan bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” kegiatan ini disambut antusias oleh warga Tamanjeka yang sejak pagi telah berkumpul untuk menyaksikan dan mengikuti rangkaian acara.
Di bidang pertanian, Kapolda menyerahkan bantuan berupa 30 kilogram benih jagung, tiga dos pupuk, serta lima unit alat semprot kepada tiga perwakilan kelompok tani. Bantuan itu diharapkan mampu menjadi stimulan bagi peningkatan hasil pertanian masyarakat yang selama ini bergantung pada lahan-lahan jagung sebagai sumber penghidupan utama.
“Pertanian adalah sektor penting yang harus terus kita dukung demi kesejahteraan rakyat. Ini juga selaras dengan program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian pangan,” ujar Irjen Agus dalam sambutannya.
Para petani pun menyambut dengan sukacita. Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar alat dan benih, tetapi simbol dukungan nyata dari aparat kepolisian yang hadir bukan hanya saat menjaga keamanan, melainkan juga ketika masyarakat membutuhkan dorongan untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Tak hanya fokus pada sektor pangan, bakti sosial juga menyentuh aspek kesehatan. Sebanyak 20 anak mengikuti sunatan massal gratis yang digelar di lokasi acara. Dengan tenaga medis profesional dari Biddokkes Polda Sulteng, kegiatan itu berjalan lancar dan penuh suasana kekeluargaan.
Bagi banyak keluarga, layanan medis gratis ini meringankan beban biaya sekaligus menjadi bentuk kepedulian yang sangat dirasakan langsung manfaatnya. Senyum lega terpancar dari wajah para orang tua saat anak-anak mereka selesai menjalani tindakan medis dengan aman.
Irjen Agus Nugroho menegaskan, dipilihnya Dusun Tamanjeka sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki sejarah penting dalam perjalanan keamanan dan perdamaian di Poso.
“Polri ingin menunjukkan bahwa kami hadir di sini tidak hanya dalam tugas menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga lewat aksi sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kami ingin momen kemerdekaan tidak hanya seremonial, tetapi dirasakan nyata manfaatnya,” tutur Kapolda.
Dengan latar sejarah yang pernah diwarnai konflik, kehadiran aparat kepolisian melalui program sosial semacam ini diharapkan bisa memperkuat kepercayaan dan kedekatan antara warga dengan aparat negara.
Masyarakat Dusun Tamanjeka mengaku sangat mengapresiasi inisiatif Kapolda Sulteng. Mereka berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada momentum HUT RI, tetapi bisa dilanjutkan secara berkesinambungan.
“Terima kasih kepada Kapolda dan jajaran yang sudah peduli dengan kami. Semoga hubungan baik ini semakin erat dan bermanfaat bagi kehidupan kami sehari-hari,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan bakti sosial di Poso ini menjadi contoh bagaimana peringatan kemerdekaan dapat dimaknai lebih dari sekadar upacara. Dengan menggabungkan semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan keberpihakan pada kesejahteraan rakyat, perayaan HUT RI ke-80 di Tamanjeka menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan bisa diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.





