Narasita.com- PALU, – Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Wiwik Jumatul Rofiah, mendesak Dinas Kesehatan Provinsi dan RSUD Undata Palu untuk lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan pelayanan kesehatan kepada publik.
Menurut Wiwik, hanya dengan keterbukaan, permasalahan dapat diselesaikan secara tepat melalui kerja sama antara lembaga eksekutif dan legislatif.
“Hari ini kita hadir bukan sekadar formalitas. Kita ingin mendengar langsung persoalan yang terjadi. Jangan ada yang ditutupi. Kalau ada masalah, sampaikan saja agar bisa kita carikan solusi bersama,” ujar Wiwik, yang akrab disapa Bunda Wiwik, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulteng bersama Dinas Kesehatan dan RSUD Undata, Selasa (23/9/2025), di Ruang Baruga DPRD Sulteng.
Dalam forum tersebut, Wiwik menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelayanan kesehatan di daerah. Ia menyoroti pelaksanaan program Berani Sehat, yang telah diluncurkan sejak Februari 2025, namun dinilai belum menunjukkan kesiapan optimal.
“Program itu harus dipersiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan masalah baru. Kami ingin tahu strategi yang sudah dijalankan dan langkah-langkah apa yang disiapkan Dinas Kesehatan,” katanya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyinggung kondisi RSUD Undata yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan provinsi, Undata seharusnya sudah mengadopsi sistem digital dalam pelayanan medis.
“Banyak pasien yang mengeluh karena lambatnya pelayanan. Hasil pemeriksaan kadang belum sampai ke dokter spesialis karena pencatatannya masih manual. Kalau sistem IT dioptimalkan, hal seperti ini bisa dihindari,” jelasnya.
Selain persoalan pelayanan, Wiwik juga menyoroti aspek pembiayaan operasional rumah sakit. Ia menegaskan, DPRD siap mendukung melalui kebijakan anggaran, asalkan seluruh permasalahan disampaikan secara terbuka.
“Kami bukan tenaga medis, tapi kami bisa mendorong dari sisi kebijakan dan anggaran. Kalau masalahnya tidak pernah dibuka, maka penyelesaiannya akan terus berulang,” pungkasnya.(ntz)





