JAKARTA– Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo, bersama Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, melantik jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa dan Kelurahan di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi penanda terbentuknya organisasi sayap Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa (ABPEDNAS) Indonesia yang bertujuan memperkuat kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan desa dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Hashim menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa dengan melibatkan perempuan sebagai salah satu aktor utama.
“Ketahanan nasional yang kuat berawal dari ketahanan desa. Di situlah perempuan memiliki peran penting sebagai penjaga moral keluarga sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Hashim.
Menurut dia, perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, pemberdayaan perempuan dinilai menjadi bagian penting dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
Sekretaris Jenderal DPP ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, mengatakan Srikandi Jaga Desa dibentuk sebagai wadah untuk memperkuat peran perempuan, khususnya anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), sekaligus membuka ruang partisipasi bagi aktivis dan relawan yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan desa.
Menurut Adhitya, organisasi tersebut diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pembangunan yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
“Program prioritas kami meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, perlindungan perempuan dan anak, serta pengembangan kepemimpinan perempuan di seluruh Indonesia,” kata Adhitya.
Sementara itu, Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Sherly Tjoanda Laos, menilai penguatan keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang tangguh. Menurut dia, pemberdayaan ekonomi perempuan akan berdampak langsung terhadap ketahanan sosial dan masa depan generasi muda.
“Kemandirian ekonomi dan ketahanan mental generasi muda bermula dari kekuatan di dalam keluarga. Perempuan yang berdaya secara ekonomi akan memiliki suara yang lebih kuat dalam menentukan masa depan desanya,” ujar Sherly.
Di sisi lain, Dewan Pembina ABPEDNAS sekaligus Bendahara Umum Srikandi Jaga Desa, Maya Miranda Ambarsari, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel agar seluruh program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan efektif.
“Penguatan ekonomi perempuan desa harus ditopang oleh tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel sehingga program pemberdayaan maupun bantuan UMKM tepat sasaran,” kata Maya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surat keputusan pengangkatan pengurus, dilanjutkan penyerahan bendera pataka, peluncuran logo organisasi, serta penyerahan kartu tanda anggota (KTA) secara simbolis kepada jajaran pengurus.
Melalui pelantikan ini, Srikandi Jaga Desa menyatakan komitmennya untuk memperkuat kepemimpinan perempuan dan mendorong pembangunan desa serta kelurahan yang inklusif dan berkelanjutan. Muhammad Fadhli.





