Narasita.com- PALU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah secara resmi melepas tiga mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako yang telah menyelesaikan program magang mandiri selama empat bulan di lingkungan KPID Sulteng.
Prosesi penarikan mahasiswa magang berlangsung di Kantor KPID Sulawesi Tengah, Rabu (8/7/2026), dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Penarikan dilakukan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Wahid, serta dihadiri Ketua dan para Komisioner KPID Sulteng bersama tiga mahasiswa peserta magang.
Ketua KPID Sulawesi Tengah, Andi Kaimuddin, menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa atas kontribusi dan dedikasi mereka selama mengikuti program magang. Menurutnya, pengalaman tersebut harus dimanfaatkan sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja.
“Jadikan pengalaman magang ini sebagai ajang menambah wawasan dan mempelajari hal-hal yang tidak ditemukan di ruang kelas. KPID selalu terbuka bagi mahasiswa yang ingin belajar, melakukan penelitian, atau berkontribusi melalui kegiatan akademik lainnya,” ujar Andi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme sebagai modal utama bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. Selain memberikan apresiasi, KPID juga menyampaikan sejumlah masukan sebagai bahan evaluasi bagi pihak kampus maupun internal lembaga agar pelaksanaan program magang ke depan semakin optimal.
Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Sulteng sekaligus mentor mahasiswa magang, Mita Meinansi, turut mengapresiasi semangat dan dedikasi para peserta selama menjalani praktik lapangan.
Menurut Mita, kehadiran mahasiswa magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan berbagai program kerja KPID Sulawesi Tengah.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa magang, Moh. Rifaldi, mengaku bersyukur memperoleh kesempatan belajar langsung di lingkungan KPID Sulteng.
“Kami merasa sangat bersyukur bisa menimba ilmu secara langsung selama magang di KPID Sulteng. Banyak hal baru yang kami pelajari, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga melalui praktik langsung di lapangan. Semua ini menjadi bekal yang sangat berharga bagi kami untuk melangkah ke jenjang berikutnya,” katanya.
Program magang tersebut telah berlangsung sejak 18 Februari 2026 sebagai bagian dari Program Magang Mandiri Berdampak Universitas Tadulako. Pihak KPID berharap kerja sama dengan Universitas Tadulako dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman kerja di lapangan.
Pada kesempatan itu, KPID Sulawesi Tengah juga menyerahkan sertifikat kepada ketiga mahasiswa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama mengikuti program magang. Sertifikat diserahkan oleh Koordinator Bidang Kelembagaan Yeldi S. Adel, Koordinator Bidang PKSP Muhammad Faras, dan Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran Mita Meinansi.rls





