PALU — Narasita- Universitas Tadulako (Untad) menargetkan sekitar 30 program studi (prodi) meningkatkan status akreditasi menjadi unggul. Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan status akreditasi institusi Untad yang saat ini telah berstatus unggul.
Target itu disampaikan Rektor Untad Prof Amar saat menjadi narasumber dalam program BILANG (Bicara Langsung) di TVRI Sulawesi Tengah, Selasa (14/7/2026).
Prof Amar mengatakan, berdasarkan ketentuan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), perguruan tinggi yang ingin mempertahankan akreditasi institusi unggul harus memenuhi persyaratan tertentu terkait status akreditasi program studi.
Salah satunya, sedikitnya 50 persen dari total program studi harus berstatus akreditasi unggul.
“Aturannya sekarang minimal 50 persen dari total prodi yang ada. Kita masih membutuhkan sekitar 30 prodi lagi yang sekarang sudah berstatus A untuk ditingkatkan ke unggul,” ujar Prof Amar.
Menurut dia, Untad kini memfokuskan sumber daya yang dimiliki untuk mendorong program studi yang masih berstatus akreditasi A agar dapat meningkatkan statusnya menjadi unggul.
Upaya tersebut dinilai penting tidak hanya untuk mempertahankan akreditasi institusi, tetapi juga meningkatkan mutu akademik dan daya saing Untad.
Lima Prodi Raih Akreditasi Internasional
Selain memperkuat akreditasi nasional, Untad mulai memperluas pengakuan mutu pendidikan ke tingkat internasional.
Prof Amar mengungkapkan, saat ini lima program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) telah memperoleh akreditasi internasional. Pencapaian tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah Untad.
“Tentu ini bisa menjadi dorongan kepada beberapa prodi yang sudah terakreditasi unggul untuk menaikkan statusnya. Tahun 2026 ini kami mempersiapkan sekitar lima prodi untuk menuju akreditasi internasional,” jelasnya.
Ia menegaskan, pencapaian akreditasi internasional membutuhkan dukungan dari seluruh unsur sivitas akademika.
Karena itu, Untad mendorong seluruh fakultas dan program studi untuk terus meningkatkan kualitas akademik, tata kelola, serta daya saing agar mampu memenuhi standar pendidikan tinggi di tingkat global.
Prof Amar berharap seluruh sivitas akademika memiliki semangat yang sama dalam mendorong Untad menjadi perguruan tinggi yang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Semoga seluruh civitas akademika mempunyai semangat yang kuat untuk dapat menciptakan hal tersebut. Kenapa orang lain bisa, kita tidak bisa,” tuturnya.





