JAKARTA, NARASITA – Bank Indonesia (BI) melaporkan pergerakan harga pangan 29 Agustus 2026 melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS). Data terbaru menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp76.050 per kilogram, menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas inflasi nasional.
Kenaikan harga ini tercatat sebagai yang tertinggi di antara komoditas pangan lainnya, dengan persentase peningkatan sebesar 8,72% atau naik Rp6.100 per kilogram. Komoditas cabai lainnya seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan harga pada harga pangan 29 Agustus ini, meskipun tidak setajam cabai rawit merah.
Secara rinci, harga cabai merah besar naik 3,86% menjadi Rp51.150/kg, cabai merah keriting naik 3,7% menjadi Rp53.200/kg, dan cabai rawit hijau naik 5% menjadi Rp59.900/kg. Pergerakan harga pangan 29 Agustus ini sangat dipantau oleh pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengendalikan potensi inflasi.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menggarisbawahi urgensi pemantauan ini.
“Kenaikan harga cabai rawit merah menjadi perhatian serius karena kontribusinya terhadap inflasi pangan. BI bersama pemerintah daerah terus memantau distribusi dan pasokan agar harga kembali stabil,” kata Aida S. Budiman.
Di sisi lain, harga beras menunjukkan stabilitas yang relatif baik. Beras kualitas bawah I naik tipis 0,34% menjadi Rp14.850/kg, beras kualitas medium I naik 0,3% menjadi Rp16.550/kg, dan beras kualitas super I naik 0,28% menjadi Rp17.800/kg. Beras kualitas medium II bahkan tercatat stabil pada harga pangan 29 Agustus ini.
Beberapa komoditas lain juga menunjukkan tren beragam. Harga daging ayam ras segar mengalami kenaikan 1,19% menjadi Rp42.500/kg, sedangkan daging sapi kualitas 1 naik 0,23% menjadi Rp151.800/kg. Daging sapi kualitas 2 dilaporkan stabil. Berbeda dengan komoditas cabai, bawang merah dan bawang putih justru mengalami penurunan harga.
Bawang merah ukuran sedang turun 1,29% menjadi Rp38.350/kg, dan bawang putih ukuran sedang turun 0,75% menjadi Rp39.850/kg. Penurunan ini memberikan sedikit keseimbangan terhadap indeks harga pangan 29 Agustus secara keseluruhan di pasar.
Meskipun ada penurunan harga pada bawang, lonjakan cabai rawit merah menjadi indikator utama tekanan inflasi pangan yang perlu diwaspadai di akhir bulan. Kondisi harga pangan 29 Agustus ini berpotensi memengaruhi angka inflasi secara keseluruhan dan menjadi fokus kebijakan stabilisasi harga pangan pemerintah.





