JAKARTA, NARASITA – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia merilis data terbaru harga pangan 10 September 2026, menunjukkan lonjakan signifikan pada komoditas cabai rawit merah yang mencapai Rp92.400 per kilogram secara nasional, sementara harga beras terpantau relatif stabil.
Pemantauan harga pangan strategis ini dilakukan PIHPS melalui survei harga eceran di pasar tradisional seluruh provinsi demi menjaga stabilitas harga pangan pokok. Kenaikan drastis pada cabai rawit merah menjadi sorotan utama dalam laporan harga pangan 10 September ini.
Secara rinci, beberapa komoditas hortikultura menunjukkan kenaikan yang cukup berarti. Cabai merah besar naik 4,78% menjadi Rp54.750/kg, cabai merah keriting melonjak 6,5% menjadi Rp61.400/kg, dan cabai rawit hijau naik 3,04% menjadi Rp64.300/kg. Puncak kenaikan terletak pada cabai rawit merah yang melambung dari Rp77.000/kg di awal bulan menjadi Rp92.400/kg pada harga pangan 10 September.
Di sisi lain, harga beras menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Beras kualitas bawah I naik tipis 0,34% menjadi Rp14.900/kg, dan kualitas bawah II juga naik 0,34% menjadi Rp14.700/kg. Beras kualitas medium I (Rp16.550/kg), super I (Rp17.850/kg), dan super II (Rp17.300/kg) terpantau stabil. Hanya beras medium II yang naik 0,31% menjadi Rp16.400/kg dalam pembaruan harga pangan 10 September ini.
Deputi Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia, Rudi Hartono, menyoroti kondisi ini. “Kenaikan harga cabai rawit merah hingga Rp92 ribu/kg menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu inflasi pangan. Sementara harga beras relatif stabil, menjaga daya beli masyarakat,” kata Rudi Hartono.
Untuk komoditas lain, bawang merah terpantau turun 1,56% menjadi Rp37.850/kg, sedangkan bawang putih naik 0,13% menjadi Rp39.450/kg. Harga telur ayam ras berada di angka Rp29.250/kg, daging ayam ras segar Rp39.550/kg, daging sapi kualitas I Rp147.650/kg, dan daging sapi kualitas II Rp141.000/kg. Gula pasir premium seharga Rp20.600/kg dan minyak goreng curah Rp20.750/liter.
Di Sulawesi Tengah, harga beras medium dilaporkan mencapai Rp16.300/kg, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di Rp16.250/kg. Bahkan, di pasar lokal Palu, cabai rawit merah dilaporkan menembus Rp93.000/kg, memberikan tekanan signifikan pada anggaran rumah tangga dan daya beli masyarakat setempat. Stabilitas harga beras di sana menjadi penopang, namun komoditas hortikultura tersebut tetap memicu potensi tekanan inflasi daerah berdasarkan data harga pangan 10 September.





