ROMA, NARASITA – Kelompok suporter terorganisasi Lazio, atau yang akrab disapa tifosi, tetap bersikeras tuntut Lotito, Presiden klub, Claudio Lotito, untuk menyampaikan permintaan maaf publik atas berbagai permasalahan yang terjadi sepanjang 22 tahun kepemimpinannya. Situasi ini mengemuka jelang pertandingan penting melawan AC Milan pada Jumat, 11 September 2026, di Stadion Olimpico, Roma.

Meskipun Direktur Olahraga Lazio, Angelo Fabiani, telah berupaya membuka jalur komunikasi, para tifosi Lazio tuntut Lotito untuk meminta maaf terlebih dahulu sebagai prasyarat utama untuk memulai dialog. Penolakan ini menunjukkan bahwa performa positif Lazio di papan atas klasemen Serie A 2026/27 tidak serta merta meredakan ketegangan internal antara manajemen dan pendukung.

Konflik antara tifosi dan Lotito bukanlah hal baru. Upaya dialog serupa pernah muncul pada Desember 2025, namun terhenti di tingkat klub tanpa mencapai kesepakatan berarti. Tifosi merasa bahwa Lotito belum memberikan penjelasan yang memuaskan dan meminta maaf atas perselisihan yang telah berlangsung lama.

Situasi di Stadion Olimpico jelang laga kontra Milan diprediksi akan semakin panas. Laporan dari Calciomercato.it memperkirakan jumlah suporter AC Milan akan mencapai dua kali lipat dibandingkan tifosi Lazio. Hal ini berpotensi membuat sebagian sektor stadion didominasi warna merah-hitam, memberikan tekanan tambahan bagi tim dan manajemen Lazio.

“Tifosi menegaskan bahwa pintu dialog tidak tertutup, tetapi pertemuan dengan Lotito harus diawali dengan permintaan maaf,” kata Lalaziosiamonoi, mengutip sentimen dari kelompok suporter.

Dengan dominasi suporter Milan yang diperkirakan akan membanjiri Olimpico, atmosfer pertandingan bisa menjadi berbeda dari biasanya, menambah bobot pada tuntutan tifosi Lazio tuntut Lotito untuk segera menyelesaikan konflik internal ini.