MILAN, NARASITA – Pelatih AC Milan, Rúben Amorim, dikabarkan tengah mempertimbangkan skema ofensif AC Milan yang sangat ekstrem jelang laga Serie A pada pertengahan September 2026. Skema ini bertujuan memaksimalkan potensi lini depan Rossoneri, namun juga berpotensi mengganggu keseimbangan pertahanan tim.
Menurut laporan jurnalis Marco Guidi dari Gazzetta dello Sport, Amorim berencana menempatkan Samuel Chukwueze dan Diego Moreira sebagai bek sayap ofensif. Kedua pemain ini dikenal memiliki atribut menyerang yang kuat dan biasa beroperasi lebih ke depan. Ini adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan daya gempur Milan.
Tak hanya itu, Christian Pulisic dan Alexis Saelemaekers diproyeksikan bermain sebagai gelandang serang di belakang penyerang utama, Gonçalo Ramos. Komposisi ini menunjukkan betapa agresifnya skema ofensif AC Milan yang sedang diuji coba oleh Amorim. Ramos akan menjadi ujung tombak utama dengan dukungan penuh dari para gelandang serang.
Skema ofensif AC Milan ini tentu saja membawa konsekuensi. Keseimbangan defensif tim berpotensi terganggu jika kehilangan bola. Oleh karena itu, pressing kolektif dari seluruh pemain serta transisi cepat saat bola berpindah kepemilikan menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan Amorim. Pervis Estupiñán, yang saat ini menjadi favorit di sisi kiri, bisa saja digeser untuk mengakomodasi Moreira.
“Jika Amorim memilih Chukwueze dan Moreira sebagai bek sayap… Milan akan turun dengan komposisi yang sangat menyerang,” kata Marco Guidi, jurnalis Gazzetta dello Sport.
Eksperimen taktik ini menunjukkan keberanian Amorim dalam mencoba pendekatan baru. Bagi AC Milan, skema ini bisa menjadi senjata mematikan untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan, namun juga berisiko tinggi terhadap kebobolan. Bagi pemain-pemain ofensif, ini adalah kesempatan unik untuk tampil bersama dan membentuk lini serang yang menakutkan.





