JAKARTA, NARASITA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi Jakarta untuk mendukung Ibu Kota menjadi kota global yang berkelanjutan, kompetitif, dan berbasis pengetahuan.
Dorongan penguatan riset dan inovasi Jakarta ini disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, saat menjadi keynote speaker dalam 2nd High-Level Plenary bertema “From Vision to Action: Pathways for Jakarta’s Urban Transformation” pada International Symposium: Advancing Urban Sustainability pada 22/09.
Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, sektor swasta, serta mitra pembangunan internasional. Mereka membahas strategi transformasi perkotaan Jakarta, khususnya pada aspek infrastruktur, lingkungan, serta sosial dan ekonomi. Penguatan riset dan inovasi Jakarta sangat krusial dalam forum ini.
Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai penggerak inovasi tahap awal. Dengan ribuan perguruan tinggi, ratusan ribu akademisi, dan jutaan mahasiswa di Indonesia, ekosistem pendidikan tinggi memiliki potensi besar untuk menghasilkan solusi berbasis riset bagi berbagai persoalan pembangunan, salah satunya permasalahan di Jakarta. Peran riset dan inovasi Jakarta dari perguruan tinggi akan sangat signifikan.
Sama seperti kota-kota metropolitan di dunia, Jakarta menghadapi berbagai persoalan perkotaan yang membutuhkan dukungan riset dan inovasi, mulai dari pengelolaan air dan limbah, kualitas udara, banjir, mobilitas, penurunan muka tanah, hingga ketergantungan terhadap tempat pemrosesan akhir sampah.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditempatkan sebagai problem statement yang menjadi dasar pengembangan riset. Dirjen Fauzan juga menekankan bagaimana persoalan itu dirumuskan secara jelas, serta jalur dampak (impact pathway) yang ingin dicapai melalui riset dan inovasi Jakarta.
Jakarta sebagai Testbed Inovasi
Dalam konteks tersebut, Dirjen Fauzan melihat Jakarta memiliki peluang untuk menjadi testbed atau ruang uji untuk pengembangan dan penerapan inovasi teknologi. Konsep ini diarahkan agar Jakarta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi ruang uji bagi solusi berbasis riset sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Ini adalah bagian penting dari penguatan riset dan inovasi Jakarta.
Kemdiktisaintek tengah menjajaki konsep Jakarta sebagai sandbox atau living lab inovasi. Salah satu contoh yang disebut dalam forum adalah kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengembangkan pendekatan komprehensif terhadap persoalan TPST Bantar Gebang. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memetakan persoalan secara bertahap dan menghubungkan kebutuhan daerah dengan kapasitas riset dan teknologi. Inisiatif ini mendukung riset dan inovasi Jakarta.
Menurutnya, Jakarta memiliki basis perguruan tinggi dan talenta yang dapat dikonsolidasikan untuk menjawab berbagai tantangan kota. Karena itu, kolaborasi perlu dimulai dari identifikasi persoalan yang jelas dari pemerintah daerah, kemudian diterjemahkan menjadi agenda riset, pengembangan solusi, pengujian, hingga implementasi. Seluruh proses ini esensial untuk riset dan inovasi Jakarta.
Perspektif tersebut juga diperkuat oleh perwakilan Asian Development Bank (ADB), Kin Chan, yang menekankan pentingnya melihat persoalan pembangunan perkotaan secara menyeluruh melalui pendekatan value chain, bukan sebagai proyek-proyek yang berdiri sendiri. Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah memetakan kebutuhan dan menentukan skema dukungan yang sesuai, baik melalui anggaran pemerintah maupun keterlibatan sektor swasta, BUMN, dan lembaga pembiayaan pembangunan.
Sementara itu, perwakilan American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia, Wayan Agus Purnomo, menyoroti pentingnya kebijakan berbasis bukti, peta jalan jangka panjang, kepastian kebijakan, serta penguatan keterhubungan Jakarta dengan ekosistem ekonomi global dalam mendukung daya tarik investasi.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Ditjen Risbang terus mendorong agar riset dan inovasi tidak berhenti sebagai hasil penelitian. Namun, riset dan inovasi Jakarta dapat menjadi instrumen untuk menjawab persoalan nyata, meningkatkan daya saing, serta mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.





