MOROWALI, NARASITA – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) telah menyerahkan enam unit kapal kepada para nelayan penerima manfaat di Desa Keurea dan Fatufia, Kecamatan Bahodopi. Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat Ekonomi Pesisir Morowali dan mendukung aktivitas perikanan, meningkatkan kapasitas komunitas masyarakat pesisir di sekitar kawasan industri hilirisasi nikel tersebut.

Penyaluran bantuan enam unit kapal ini didasari oleh hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang dilakukan sebelumnya. Dengan menyesuaikan jenis peralatan dan kebutuhan aktivitas warga, IMIP menyediakan kapal dan mesin sebagai satu kesatuan agar dapat langsung digunakan untuk menangkap hasil laut, memperkuat Ekonomi Pesisir Morowali.

“Program ini merupakan inisiatif strategis dalam rangka memperkuat Ekonomi Pesisir Morowali melalui peningkatan kapasitas operasional kelompok nelayan di Desa Fatufia dan Desa Keurea. Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi perusahaan terhadap keterbatasan sarana produksi nelayan yang selama ini berdampak pada rendahnya efisiensi dan produktivitas kegiatan penangkapan ikan,” kata Laurencia Kirana Larasati, Deputy Departemen Head Community Development & CSR PT IMIP, pada Rabu (30/09).

Kapal bantuan tersebut terbuat dari bahan fiber dengan dimensi panjang 10 meter, lebar 1,3 meter, serta berkapasitas hingga 10 orang dan daya angkut maksimum 1,5 ton. Setiap kapal dilengkapi mesin tempel Yamaha 15 PK dengan kapasitas mesin 246 CC, mendukung aktivitas nelayan untuk peningkatan Ekonomi Pesisir Morowali.

“Intervensi dilakukan dengan pengadaan dan distribusi 6 unit perahu fiber dan 6 unit mesin tempel kepada kelompok nelayan penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan. Penetapan penerima mempertimbangkan aspek kebutuhan, kesiapan operasional, kapasitas kelompok, serta komitmen dalam mengelola, menggunakan, dan memelihara bantuan secara berkelanjutan,” tambah Laurencia.

Selain menyediakan sarana produksi, PT IMIP juga berkoordinasi dengan tenaga teknis untuk memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan mesin kapal kepada penerima manfaat. Pendekatan ini memastikan bantuan tidak hanya berhenti pada penyerahan aset, tetapi juga dapat digunakan dan dirawat secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas Ekonomi Pesisir Morowali.

“Dalam jangka menengah dan panjang, bantuan sarana dan prasarana ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan Ekonomi Pesisir Morowali melalui peningkatan produktivitas usaha perikanan tangkap, stabilitas pendapatan rumah tangga nelayan, serta berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sektor perikanan, khususnya di Desa Fatufia dan Desa Keurea,” ujar Laurencia.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan aspek sosial dalam kerangka ESG, khususnya melalui penguatan kapasitas Ekonomi Pesisir Morowali. Dukungan terhadap peralatan produksi, pelatihan pengoperasian, dan pemeliharaan diharapkan dapat mengubah bentuk bantuan berbasis aset menjadi dukungan yang bermanfaat jangka panjang. Ke depan, PT IMIP akan terus memantau pemanfaatan peralatan dan perkembangan aktivitas produksi masyarakat, serta mengevaluasi kebutuhan pendukung lainnya, termasuk pelatihan teknis dan pemeliharaan peralatan.

“Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Community Development dan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri,” Jelasnya.