PALU, NARASITA – Anggota DPRD Kota Palu, Ulfah, mendesak pemerintah daerah untuk menempatkan petugas dari dinas terkait di sekolah-sekolah yang berlokasi di jalan utama maupun jalur Trans Sulawesi. Permintaan ini, yang berfokus pada keselamatan pelajar Palu, khususnya di jam masuk dan pulang sekolah, disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Palu pada Kamis (01/10).

Ulfah menekankan bahwa kehadiran petugas ini sangat krusial sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan pelajar Palu dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kawasan sekolah di jalan poros seringkali menjadi titik rawan insiden, sehingga pengawasan ekstra diperlukan untuk menjamin keselamatan pelajar Palu.

“Saya menyampaikan aspirasi tentang keselamatan pelajar. Agar setiap sekolah SD, SMP dan SMA yang berada di jalan poros atau jalan Trans Sulawesi, khususnya pada jam masuk dan jam keluar anak-anak sekolah, kiranya dapat disiapkan personel-personel dinas terkait,” kata Ulfah.

Menurutnya, pengamanan di sekitar sekolah sangat penting, terutama di lokasi dengan aktivitas lalu lintas yang padat. Keselamatan pelajar Palu harus menjadi prioritas utama pemerintah kota.

Ia mencontohkan kondisi di depan SMP Negeri 20 Palu, di mana beberapa kali terjadi kecelakaan yang melibatkan anak sekolah. Situasi ini menunjukkan urgensi penempatan petugas untuk meningkatkan keselamatan pelajar Palu.

Ulfah mengungkapkan pengalaman pribadinya saat anaknya menjadi korban kecelakaan di depan SMP Negeri 20 Palu, meskipun sudah menyeberang menggunakan zebra cross. Ini membuktikan bahwa langkah-langkah pencegahan yang ada belum cukup optimal untuk menjamin keselamatan pelajar Palu.

“Di depan SMP 20 itu terjadi kecelakaan, padahal anak saya sudah menyeberang menggunakan zebra cross. Dan di depan SMP 20 itu bukan kali pertama terjadi kecelakaan anak-anak sekolah,” ungkap Ulfah.

Oleh karena itu, Ulfah berharap pemerintah kota melalui dinas terkait dapat meningkatkan pengawasan dan pengamanan di kawasan sekolah, terutama pada waktu-waktu rawan aktivitas pelajar. Hal ini demi terwujudnya keselamatan pelajar Palu yang lebih baik.

Selain isu keselamatan pelajar, dalam rapat tersebut Ulfah juga menyampaikan aspirasi terkait dukungan pendampingan bagi pimpinan dan anggota DPRD Kota Palu dalam pelaksanaan kunjungan atau perjalanan dinas. Ia meminta agar mekanisme dan regulasi mengenai pendampingan tersebut dikembalikan kepada Sekretariat DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

“Untuk pelaksanaan kunjungan atau perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPR dapat diberikan pendampingan sesuai kebutuhan, sehingga pelaksanaannya efektif dan optimal. Untuk mekanisme tersebut kami meminta regulasinya diserahkan kembali kepada sekretariat,” jelas Ulfah.