ROMA, NARASITA – AS Roma dikabarkan menunda keputusan final terkait transfer Malick Fofana, winger berusia 21 tahun asal Belgia. Manajemen Giallorossi memilih untuk menunggu hasil pertandingan playoff Liga Champions antara Lyon dan Fenerbahce sebelum bergerak lebih jauh dalam upaya mendatangkan Malick Fofana ke Stadio Olimpico.

Keputusan krusial mengenai transfer Malick Fofana ini akan diambil pada Kamis, 27 Agustus 2026. Penundaan ini merupakan bagian dari strategi AS Roma untuk memastikan kondisi finansial klub dan dinamika pasar transfer sebelum berakselerasi dalam negosiasi. Lyon sendiri diketahui membanderol Malick Fofana di angka €35–40 juta, atau sekitar Rp665–760 miliar.

AS Roma, di bawah pelatih Gian Piero Gasperini, telah mendatangkan lima pemain baru dan melihat Malick Fofana sebagai tambahan eksplosif di lini serang. Fofana, dengan tinggi 178 cm, berposisi sebagai winger kanan atau kiri dan memiliki kontrak di Lyon hingga Juni 2029.

Musim 2025/26 menjadi catatan apik bagi Malick Fofana dengan 41 pertandingan di Ligue 1 dan Liga Europa, mencetak 9 gol dan menyumbang 7 assist. Statistik ini menunjukkan potensi besar sang pemain muda yang menarik perhatian AS Roma.

Kondisi playoff Liga Champions akan sangat memengaruhi posisi Lyon dalam negosiasi harga transfer Malick Fofana. Jika Lyon berhasil lolos ke fase grup Liga Champions, kemungkinan besar mereka akan tetap berpegang pada banderol tinggi. Namun, jika Lyon gagal, peluang AS Roma untuk menekan harga bisa lebih terbuka lebar.

“AS Roma akan menunggu setidaknya hingga Kamis, 27 Agustus, setelah hasil playoff UCL Lyon vs Fenerbahce. Lalu menentukan sikap apakah akan berakselerasi untuk Malick Fofana atau tidak,” ujar Fabrizio Romano melalui kanal YouTube-nya.

Langkah kehati-hatian ini juga dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport. “Lyon membanderol Fofana di angka €35–40 juta. Roma menimbang langkah finansial sebelum membuat keputusan,” tulis media olahraga Italia tersebut.

Dengan demikian, masa depan Malick Fofana di AS Roma akan sangat bergantung pada performa Lyon di kancah Eropa. Strategi ini menunjukkan kejelian manajemen Roma dalam mengelola keuangan klub sembari berupaya memperkuat skuad untuk musim depan.