MILAN, NARASITA – AC Milan dikabarkan telah menyiapkan strategi keuangan komprehensif guna menyeimbangkan neraca klub setelah melakukan belanja besar sebesar €150 juta atau sekitar Rp2,85 triliun pada bursa transfer musim panas 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan klub tetap sehat secara finansial sambil mengincar kembali partisipasi di Liga Champions musim 2026/27 setelah absen dua musim beruntun.
Klub berjuluk Rossoneri tersebut telah merekrut sejumlah nama besar seperti Gonçalo Ramos, Mario Gila, dan Diego Moreira. Investasi besar ini menuntut strategi keuangan AC Milan yang matang untuk mengelola beban tambahan di neraca klub, yang diperkirakan mencapai €51 juta per musim dari amortisasi biaya transfer dan gaji pemain baru.
Untuk mengimbangi pengeluaran ini, AC Milan menerapkan berbagai skema. Salah satu langkah vital dalam strategi keuangan AC Milan adalah penghematan gaji melalui peminjaman pemain seperti Athekame dan Odogu, serta kepergian beberapa pemain senior. Ismael Bennacer dan Niclas Füllkrug, yang sebelumnya menjadi bagian penting tim, juga tidak lagi berada di skuat.
Selain itu, penjualan pemain kunci juga menjadi pilar strategi keuangan AC Milan. Rafael Leão diperkirakan akan menjadi pemain yang dilepas, dengan potensi menghasilkan dana sekitar €40 juta. Penjualan ini akan memberikan dampak positif total €41 juta bagi neraca klub, yang merupakan gabungan keuntungan modal dan penghematan biaya gaji.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi Gerry Cardinale demi mengembalikan Rossoneri ke Liga Champions usai absen dua musim beruntun,” tulis La Gazzetta dello Sport.
Jika penjualan Rafael Leão tidak terealisasi sesuai ekspektasi, AC Milan memiliki alternatif lain. Klub bisa mempertimbangkan penjualan Fikayo Tomori yang diperkirakan senilai €10 juta, atau Youssouf Fofana yang bisa mendatangkan €15 juta. Pendekatan ini menunjukkan fleksibilitas dalam strategi keuangan AC Milan untuk mencapai tujuan finansial dan olahraga mereka.
Sumber internal AC Milan mengungkapkan, “Kami menyeimbangkan neraca dengan kombinasi investasi besar dan penjualan pemain. Tujuan utama adalah kembali ke kompetisi Eropa.”
Melalui strategi keuangan AC Milan yang agresif namun terukur ini, manajemen berharap dapat memperkuat skuad secara signifikan tanpa mengorbankan stabilitas finansial klub. Target utama tetap tercapai, yakni memastikan Rossoneri kembali bersaing di kompetisi tertinggi Eropa sambil menjaga neraca klub tetap sehat.






