JAKARTA, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi Hujan Lebat 15-17 September 2026 disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Peringatan Hujan Lebat 15-17 September 2026 ini disampaikan menyusul kondisi atmosfer yang labil, dipengaruhi oleh El Niño yang sangat kuat, serta adanya Gelombang Rossby dan Kelvin. Konvergensi angin juga turut memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) lokal yang intensitasnya bisa mencapai sedang hingga sangat lebat.
BMKG juga mencatat bahwa 81% wilayah Indonesia masih berada dalam musim kemarau, dengan 1.637 titik mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, yaitu lebih dari 60 hari tanpa hujan. Suhu maksimum bahkan sempat mencapai 37–38,6 °C di beberapa daerah Kalimantan Barat. Kondisi ini membuat kewaspadaan terhadap Hujan Lebat 15-17 September 2026 semakin krusial.
Fenomena El Niño sangat kuat, ditunjukkan dengan anomali suhu muka laut Niño 3.4 yang mencapai +2,76 °C. Kondisi ini, meski sebagian besar wilayah kering, tetap berpotensi memicu hujan lokal yang signifikan. Titik panas juga masih tinggi, terutama di Kalimantan Tengah (2.526), Kalimantan Barat (2.102), Sumatera Selatan (1.180), dan Papua Selatan (570).
Beberapa wilayah di Sumatera yang berpotensi mengalami Hujan Lebat 15-17 September 2026 meliputi Aceh, Riau, dan Sumatera Utara. Di Jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur juga diperkirakan akan diguyur hujan deras.
Untuk Kalimantan, potensi Hujan Lebat 15-17 September 2026 meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Sementara itu, Sulawesi Selatan dan sebagian Sulawesi Tengah, termasuk Sigi dan Buol, juga perlu mewaspadai hujan lebat. Di Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan juga masuk dalam daftar wilayah terdampak.
“Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih dalam musim kemarau, dinamika atmosfer aktif dapat memicu hujan lebat lokal disertai angin kencang. Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada,” kata BMKG, 14 September 2026.





