SULTENG, NARASITA — Perdagangan luar negeri Sulawesi Tengah mencatat kinerja positif pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat neraca perdagangan daerah ini mengalami surplus sebesar US$1.101,27 juta.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Daryanto, dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Sulawesi Tengah yang disiarkan melalui live streaming dan dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube BPS Sulawesi Tengah.

Pada Agustus 2026, nilai ekspor Sulawesi Tengah mencapai US$2.417,50 juta. Angka tersebut meningkat US$479,14 juta dibandingkan dengan nilai ekspor pada Agustus 2025.

Komoditas besi dan baja menjadi penyumbang terbesar ekspor Sulawesi Tengah. Nilainya mencapai US$1.164,18 juta atau sekitar 48,16 persen dari total ekspor.

Komoditas ekspor terbesar berikutnya adalah nikel dengan nilai US$564,68 juta atau 23,36 persen. Sementara itu, ekspor bahan bakar mineral mencapai US$398,07 juta atau 16,47 persen.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar utama ekspor Sulawesi Tengah. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$1.195,96 juta, atau 49,47 persen dari total ekspor pada Agustus 2026.

Di sisi lain, nilai impor Sulawesi Tengah pada Agustus 2026 mencapai US$1.316,23 juta. Nilai tersebut meningkat US$510,31 juta dibandingkan Agustus 2025.

Impor Sulawesi Tengah terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral dengan nilai US$354,24 juta atau 26,91 persen.

Berikutnya, impor garam, belerang, dan kapur tercatat US$309,08 juta atau 23,48 persen. Sementara impor mesin-mesin dan pesawat mekanik mencapai US$135,30 juta atau 10,28 persen.

Tiongkok juga menjadi negara asal impor terbesar Sulawesi Tengah. Nilai impor dari negara tersebut mencapai US$429,49 juta, atau 32,63 persen dari total impor pada Agustus 2026.

Secara kumulatif, kinerja perdagangan luar negeri Sulawesi Tengah sepanjang Januari-Agustus 2026 juga mencatat surplus.

BPS mencatat surplus neraca perdagangan pada periode tersebut mencapai US$7.883,27 juta. Angka itu meningkat US$1.204,26 juta dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Data tersebut menunjukkan perdagangan luar negeri Sulawesi Tengah masih ditopang kuat oleh ekspor, terutama komoditas besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral.

Tiongkok juga masih menjadi mitra dagang utama Sulawesi Tengah, baik sebagai negara tujuan ekspor maupun sebagai negara asal impor.