NARASITA — Harga pangan nasional 9 Oktober 2026 menunjukkan pergerakan yang beragam. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 08.30 WIB, harga sejumlah komoditas mengalami penurunan, terutama cabai rawit hijau, bawang merah, dan bawang putih. Namun, harga cabai merah keriting justru mengalami kenaikan hingga Rp84.150 per kilogram.
Penurunan terbesar terjadi pada harga cabai rawit hijau, yang tercatat Rp40.000 per kilogram. Harga komoditas tersebut turun 43,1 persen atau Rp30.300 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp25.000 per kilogram, turun 32,98 persen. Adapun harga bawang putih ukuran sedang berada di angka Rp28.000 per kilogram, atau turun 29,22 persen.
Penurunan harga sejumlah komoditas tersebut menjadi perkembangan positif bagi konsumen. Meski demikian, pergerakan harga pangan masih menunjukkan perbedaan antarkomoditas.
Berbeda dengan cabai rawit hijau yang mengalami penurunan tajam, harga cabai merah keriting justru naik 12,65 persen menjadi Rp84.150 per kilogram. Kenaikan tersebut setara dengan Rp9.450 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, cabai merah besar tercatat Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah mencapai Rp70.000 per kilogram.
Perbedaan pergerakan harga ini menunjukkan bahwa kondisi pasokan dan distribusi cabai masih menjadi perhatian dalam pemantauan harga pangan. Pemerintah juga sebelumnya menyoroti persoalan distribusi sebagai salah satu faktor yang dapat mendorong tingginya harga cabai di sejumlah daerah.
Dalam pemantauan harga pangan nasional, daging sapi masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di antara komoditas yang tercantum dalam data PIHPS.
Daging sapi kualitas 1 tercatat Rp140.000 per kilogram, sedangkan kualitas 2 mencapai Rp130.000 per kilogram. Kedua jenis daging sapi tersebut dilaporkan mengalami penurunan harga dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, harga daging ayam ras segar tercatat Rp40.000 per kilogram.
Daftar Harga Pangan Nasional 9 Oktober 2026
Berdasarkan data PIHPS Nasional pukul 08.30 WIB, berikut daftar harga sejumlah komoditas pangan strategis:
- Bawang merah ukuran sedang: Rp25.000 per kilogram.
- Bawang putih ukuran sedang: Rp28.000 per kilogram.
- Beras kualitas bawah I: Rp15.000 per kilogram.
- Beras kualitas bawah II: Rp13.500 per kilogram.
- Beras kualitas medium I: Rp15.800 per kilogram.
- Beras kualitas medium II: Rp16.400 per kilogram.
- Beras kualitas super I: Rp16.500 per kilogram.
- Beras kualitas super II: Rp16.000 per kilogram.
- Cabai merah besar: Rp45.000 per kilogram.
- Cabai merah keriting: Rp84.150 per kilogram.
- Cabai rawit hijau: Rp40.000 per kilogram.
- Cabai rawit merah: Rp70.000 per kilogram.
- Daging ayam ras segar: Rp40.000 per kilogram.
- Daging sapi kualitas 1: Rp140.000 per kilogram.
- Daging sapi kualitas 2: Rp130.000 per kilogram.
- Gula pasir premium: Rp29.000 per kilogram.
- Gula pasir lokal: Rp17.500 per kilogram.
- Minyak goreng curah: Rp21.000 per kilogram.
- Minyak goreng kemasan 1: Rp22.000 per kilogram.
- Minyak goreng kemasan 2: Rp20.500 per kilogram.
Pada komoditas minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp21.000 per kilogram, naik 2,94 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sebaliknya, minyak goreng kemasan mengalami penurunan harga. Minyak goreng kemasan 1 tercatat Rp22.000 per kilogram, sedangkan kemasan 2 berada di angka Rp20.500 per kilogram.
Untuk komoditas gula, harga gula pasir premium tercatat Rp29.000 per kilogram dan gula pasir lokal Rp17.500 per kilogram.
Distribusi dan Pasokan Memengaruhi Pergerakan Harga Pangan
Pergerakan harga pangan nasional pada 9 Oktober 2026 memperlihatkan penurunan pada sejumlah komoditas hortikultura, terutama cabai rawit hijau, bawang merah, dan bawang putih. Namun, kenaikan harga cabai merah keriting menunjukkan bahwa kondisi pasar belum sepenuhnya seragam.
Pasokan, permintaan, serta kelancaran distribusi antardaerah menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam memantau perkembangan harga pangan.
Data PIHPS Nasional merupakan gambaran harga pada tingkat nasional. Harga yang dibayarkan masyarakat di pasar setempat dapat berbeda, bergantung pada lokasi, kualitas barang, dan kondisi pasokan.





