PALU, NARASITA – Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan pergerakan signifikan pada harga pangan Sulawesi Tengah per Kamis, 17 September 2026 pukul 08.00 WIB. Kenaikan mencolok terjadi pada komoditas cabai dan daging sapi, sementara harga beras relatif stabil di pasar-pasar tradisional.
PIHPS, yang dikelola oleh Bank Indonesia, melaporkan bahwa kenaikan harga pangan Sulawesi Tengah ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dan faktor distribusi yang diperburuk oleh kondisi cuaca. Data dihimpun harian dari jaringan pasar di seluruh provinsi untuk memberikan gambaran terkini kepada masyarakat.
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan tertinggi adalah cabai rawit merah. Harga cabai rawit merah mencapai Rp95.150 per kilogram, naik 4,79% atau setara dengan Rp4.350 dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan harga pangan Sulawesi Tengah juga terjadi pada cabai rawit hijau yang kini dibanderol Rp67.350 per kilogram, naik 4,99% atau Rp3.200.
Tidak hanya cabai rawit, cabai merah keriting juga mengalami kenaikan fantastis sebesar 11,12% atau Rp6.850, mencapai harga Rp68.450 per kilogram. Cabai merah besar pun tidak luput dari kenaikan, kini Rp56.950 per kilogram, naik 3,36% atau Rp1.850.
Sementara itu, harga beras menunjukkan stabilitas yang cukup baik di tengah kenaikan harga pangan Sulawesi Tengah lainnya. Beras kualitas bawah I tetap di angka Rp14.900 per kilogram dan beras kualitas bawah II Rp14.700 per kilogram. Beras kualitas medium I Rp16.600 per kilogram, dan kualitas medium II hanya naik tipis Rp50 menjadi Rp16.400 per kilogram. Beras kualitas super I naik Rp50 menjadi Rp17.900 per kilogram, dan kualitas super II stabil di Rp17.300 per kilogram.
Kenaikan harga pangan Sulawesi Tengah juga menyentuh komoditas protein hewani. Daging sapi kualitas I naik Rp350 menjadi Rp152.400 per kilogram, dan kualitas II naik Rp300 menjadi Rp143.100 per kilogram. Telur ayam ras segar juga mengalami kenaikan Rp250, kini Rp30.050 per kilogram. Daging ayam ras segar relatif stabil di angka Rp42.500 per kilogram.
Di sisi lain, beberapa bumbu dapur mengalami penurunan harga. Bawang merah turun Rp600 menjadi Rp37.250 per kilogram, sementara bawang putih turun tipis Rp50 menjadi Rp39.300 per kilogram. Ini memberikan sedikit angin segar di tengah gejolak harga pangan Sulawesi Tengah.
Komoditas minyak dan gula menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil. Minyak goreng curah bertahan di Rp20.450 per kilogram. Minyak goreng kemasan I turun Rp50 menjadi Rp24.300 per kilogram, sedangkan kemasan II stabil di Rp23.500 per kilogram. Gula pasir premium turun Rp50 menjadi Rp20.300 per kilogram, dan gula pasir lokal stabil di Rp19.100 per kilogram.
Secara keseluruhan, kondisi harga pangan Sulawesi Tengah per 17 September 2026 mengindikasikan adanya tekanan inflasi pangan yang masih berlanjut, terutama dari sektor hortikultura seperti cabai. Pasokan yang terbatas menjadi penyebab utama lonjakan harga ini.





