TURIN, NARASITA – Juventus dilaporkan telah mengubah strategi transfer mereka, kini lebih memprioritaskan talenta muda Italia. Perubahan mendasar dalam strategi transfer Juventus ini disebut-sebut sebagai respons terhadap Settlement Agreement UEFA yang membatasi pengeluaran klub.
Giovanni Carnevali, CEO Sassuolo yang juga menjadi konsultan transfer bagi Juventus, disebut sebagai otak di balik pendekatan baru ini. Alih-alih bergantung pada algoritma, Juventus akan lebih intensif memantau pemain muda lokal untuk bursa transfer musim dingin yang akan datang.
Pembatasan finansial dari UEFA mengharuskan Juventus hanya bisa berbelanja sesuai dengan pendapatan dari penjualan pemain. Kondisi ini membuat fokus pada talenta lokal menjadi solusi strategis untuk memperkuat skuad tanpa membebani keuangan klub. Strategi transfer Juventus ini juga bertujuan mengembalikan identitas klub sebagai ‘Juventus kekasih Italia’.
Beberapa nama pemain muda Italia yang kini menjadi target utama Juventus antara lain Alessandro Romano (gelandang, 20 tahun) dari Cagliari, serta Lorenzo Palmisani (kiper, 20 tahun) dan Antonio Raimondo (striker, 21 tahun) dari Frosinone. Ketiga pemain ini memiliki kontrak hingga 2030 atau 2031.
“Giovanni Carnevali mengubah pendekatan transfer Juventus agar tidak terlalu bergantung pada algoritma dan lebih berfokus pada talenta asal Italia,” demikian laporan dari Calciomercato.
Untuk mendukung strategi transfer Juventus ini, restrukturisasi departemen scouting juga sedang dipersiapkan. Enrico Paresce dan Davide Cangini disebut-sebut sebagai kandidat pemimpin baru di departemen tersebut, dengan mandat utama untuk fokus pada pengembangan dan perekrutan talenta-talenta muda dari seluruh penjuru Italia.
Langkah ini merupakan upaya Juventus untuk membangun kembali fondasi tim yang kuat, mengoptimalkan sumber daya domestik, dan mengurangi risiko finansial di tengah pengawasan ketat regulasi UEFA. Dengan demikian, Juventus berharap dapat menciptakan skuad yang kompetitif dan berkelanjutan di masa depan.





