DONGGALA, NARASITA – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Desa Malino, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (11/09/2026). Insiden Karhutla Desa Malino Donggala ini menyebabkan sekitar 5 hektar lahan hangus terbakar. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian ini.
Laporan mengenai Karhutla ini diterima pada Jumat sore, pukul 19.29 WITA, setelah api mulai membakar semak belukar, daun kering, dan pepohonan di lokasi kejadian sejak pukul 13.16 WITA. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala segera merespons laporan tersebut.
Kronologi kejadian menunjukkan api dengan cepat meluas di area Desa Malino, Kecamatan Balaesang. Meskipun penyebab pasti sumber api belum diketahui, petugas menduga kondisi kering menjadi pemicu cepatnya penyebaran api. Lahan yang terdampak Karhutla Desa Malino Donggala diperkirakan mencapai luasan 5 hektar.
Setelah menerima laporan, tim gabungan dari TRC-DAMKAR BPBD Kabupaten Donggala langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan upaya pemadaman. Mereka berkoordinasi dengan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk penanganan lebih lanjut.
Situasi terkini, api berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim di lapangan. Namun, pemantauan terhadap titik api yang masih mungkin terkonfirmasi tetap terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan. Kondisi lahan pasca Karhutla Desa Malino Donggala masih dalam pengawasan ketat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto,menyatakan bahwa penanganan cepat menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas.
“Kami bersyukur api dapat segera dikendalikan berkat kerja keras tim di lapangan. Prioritas kami adalah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali,” kata Ir. Asbudianto.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk penanggulangan bencana di masa mendatang.





