TOJO UNA-UNA, NARASITA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sekitar 30 hektare di Dusun Gandalari, Desa Korondoda, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah pada Minggu, 13/09. Api yang membakar vegetasi dan semak belukar ini berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku mengatasi kendala angin kencang.
Peristiwa karhutla Tojo Una-Una ini diketahui pada pukul 20.00 WITA. Warga melihat kepulan asap dan api dari area lahan dan hutan tersebut, kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemadam kebakaran, TNI, Polri, aparat setempat, dan masyarakat segera dikerahkan. Mereka berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Tojo Una-Una untuk upaya pemadaman karhutla Tojo Una-Una.
“Tim gabungan melakukan suplai air dan upaya pemadaman di lokasi kejadian,” kata Asbudianto, Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah.
Upaya pemadaman karhutla Tojo Una-Una sempat terkendala angin kencang yang menyebabkan api membesar. Namun, tim tidak menyerah dan melanjutkan pemadaman menggunakan mobil tangki BPBD serta tangki punggung.
Petugas juga melakukan pemantauan titik api di wilayah perbatasan Desa Korondoda dan Desa Lemoro untuk mencegah meluasnya karhutla Tojo Una-Una.
Berdasarkan informasi terbaru dari BPBD Sulawesi Tengah per Kamis, 17/09 pukul 00.30 WITA, api telah berhasil dipadamkan. Kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, meskipun petugas masih melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.
Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi akibat kejadian karhutla Tojo Una-Una ini. BPBD Sulawesi Tengah menyebut, kebutuhan mendesak di lokasi adalah peralatan mobile untuk pemadaman karhutla. Laporan kejadian ini bersumber dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Tojo Una-Una.





