TOUNA, NARASITA – Karhutla Labuan di kawasan cagar alam Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, meluas hingga sekitar dua hektare. Kondisi medan perbukitan dan lembah yang terjal menjadi kendala utama bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut ditangani tim gabungan yang terdiri atas personel Satuan Samapta Polres Tojo Una-Una, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran (Damkar), pemerintah desa, serta masyarakat, Rabu (7/10/2026).
Kasat Samapta Polres Tojo Una-Una AKP Maryanto mengatakan, titik kebakaran berada di kawasan perbukitan dan lembah dengan akses yang sulit dijangkau.
“Kebakaran berada di lokasi perbukitan dan lembah dengan kondisi medan yang terjal serta akses yang sulit. Kondisi ini menyulitkan personel untuk menjangkau titik api dan melakukan pemadaman secara cepat dan menyeluruh,” ujar Maryanto.
Menurut Maryanto, upaya pemadaman dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari Kepala Desa Labuan. Tim gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk memadamkan api bersama pemerintah desa, Babinsa, aparat desa, dan masyarakat.
Pemadaman karhutla di Labuan dilakukan menggunakan tangki semprot air. Kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api karena kondisi medan yang terjal.
Berdasarkan keterangan warga, titik api diperkirakan mulai terlihat sejak Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Saat tim gabungan tiba di lokasi, api belum sepenuhnya padam dan masih terdapat kepulan asap.
Maryanto mengatakan, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
“Penyebab kebakaran sampai dengan saat ini belum dapat dipastikan dan masih diperlukan pendalaman lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal munculnya api,” katanya.
Selain medan yang terjal, kondisi angin yang cukup kencang turut menjadi kendala dalam proses pemadaman karhutla.
“Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau dapat menyebabkan proses pemadaman membutuhkan waktu serta dukungan personel dan peralatan yang memadai,” jelasnya.
Luas lahan yang telah terbakar diperkirakan sekitar dua hektare. Lokasi titik api berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga.
Sebanyak 35 personel gabungan dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Mereka terdiri atas 15 personel TNI, lima personel Sat Samapta Polres Tojo Una-Una, dua personel BPBD, tiga personel Damkar, serta 10 masyarakat.
Polisi mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan dan lahan.
Upaya penanganan karhutla dan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam serta mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.





