TURIN, NARASITA – Juventus dipastikan kehilangan salah satu bintang mudanya, Kenan Yildiz, setelah sang pemain mengalami cedera metatarsal kaki kiri yang memerlukan operasi. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengonfirmasi kabar buruk ini dalam konferensi pers usai undian Liga Europa pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Allianz Stadium, Turin, Italia. Cedera Kenan Yildiz ini diperkirakan akan membuatnya absen selama beberapa bulan, menjadi pukulan telak bagi tim jelang pertandingan penting melawan Parma.

Kabar mengenai cedera Kenan Yildiz ini disampaikan langsung oleh Manajer Juventus, Giorgio Chiellini, yang menjelaskan detail kondisi pemain bernomor punggung 10 tersebut. Cedera yang dialami Yildiz jauh lebih serius dibandingkan masalah fisik yang ia alami musim lalu, di mana ia hanya absen selama 29 hari.

“Situasi Yildiz sudah jelas: laporan medis akan segera dirilis. Dia mengalami cedera metatarsal, perlu menjalani operasi, dan akan kembali dalam beberapa bulan. Untungnya, ini tidak membahayakan kariernya,” kata Giorgio Chiellini.

Absennya Kenan Yildiz yang berusia 21 tahun ini membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi kekosongan di lini serang Juventus. Luciano Spalletti menyebutkan nama Jérémie Boga, pemain berusia 29 tahun yang didatangkan sebagai vice-Yildiz, sebagai pengganti alami yang lebih siap dalam jangka pendek. Musim lalu, Boga mencatatkan 21 penampilan dengan 3 gol dan 2 assist, sementara Yildiz sendiri mengemas 7 gol dan 5 assist di Serie A.

Selain Boga, Spalletti juga akan memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada talenta muda Kerim Alajbegović yang baru berusia 18 tahun. Opsi rotasi lainnya yang dimiliki Juventus untuk mengatasi absennya Kenan Yildiz termasuk Nico González, Conceição, dan Cambiaso. Pelatih menekankan pentingnya menjaga identitas permainan Juventus meskipun tanpa Yildiz.

“Boga lebih siap untuk menggantikan Yildiz dalam jangka pendek, tetapi Alajbegović akan mendapat menit bermain. Saya ingin Juventus tetap bermain seperti Juventus: menekan, menyerang, dan menjaga keseimbangan,” ujar Luciano Spalletti.

Cedera yang menimpa Kenan Yildiz tentu menjadi tantangan besar bagi Juventus dan staf pelatih. Namun, tim harus tetap optimis dan mengandalkan kedalaman skuad untuk mempertahankan performa terbaik mereka, terutama dalam menghadapi jadwal padat di kompetisi domestik maupun Eropa.