PALU, NARASITA – Polda Sulawesi Tengah masih mendalami peran tenaga kerja asing (TKA) asal China dalam perkara kericuhan di Morowali yang terjadi di kawasan PT Astima Konstruksi (Askon) pada Sabtu (3/10/2026).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum Polda Sulteng) Kombes Pol Suryono mengatakan, sebanyak 53 TKA masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik gabungan Polres Morowali dan Ditreskrimum Polda Sulteng.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami keterangan dan fakta hukum terkait kericuhan di PT Astima Konstruksi Morowali.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami keterkaitan mereka dengan peristiwa yang terjadi,” kata Suryono dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Selain 53 TKA yang masih diperiksa, satu TKA lainnya masih menjalani perawatan medis.

Sementara itu, sebanyak 21 TKA warga negara China dari PT Karyatama Konawe Utara (KKU) telah kembali ke negara asalnya. Kepulangan mereka difasilitasi oleh pihak perusahaan.

Menurut Suryono, 21 TKA tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan kerusuhan di kawasan PT Astima Konstruksi. Mereka sebelumnya dievakuasi oleh Polres Morowali untuk mendapatkan perlindungan karena mempertimbangkan kondisi keamanan di lokasi.

“Sebanyak 21 orang WNA asal China dari PT KUU telah kembali ke China dengan difasilitasi oleh perusahaan. Mereka tidak ada kaitannya dengan peristiwa rusuh di PT Astima Konstruksi,” ujar Suryono.

Polda Sulteng menegaskan proses penanganan perkara masih berlangsung. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dan fakta untuk mengetahui peran masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengimbau masyarakat menjaga situasi keamanan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Polda Sulteng memastikan proses penyelidikan dan penyidikan terus dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta hukum,” kata Muhaimin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan serta mempercayakan proses hukum kepada aparat kepolisian.

Polda Sulteng berharap situasi keamanan di Sulawesi Tengah tetap kondusif selama proses penanganan perkara kericuhan Morowali berlangsung.