NARASITA, TENTENA – Penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tengah mencapai Rp18,01 triliun pada Juli 2026, tumbuh 0,60 persen dibandingkan April 2026.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Bony Hardi Putra, dalam kegiatan Journalist Update Triwulan III di Tentena, Selasa (14/10/2026).

Bony menjelaskan, kredit UMKM tersebut mencakup 26,53 persen dari total kredit perbankan Sulawesi Tengah yang mencapai Rp67,91 triliun. Berdasarkan kategorinya, kredit mikro mendominasi dengan nilai Rp9,76 triliun, disusul kredit kecil Rp6,38 triliun dan kredit menengah Rp1,87 triliun.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) UMKM tercatat sebesar 3,94 persen.

Dari sisi sektor ekonomi, kredit perbankan didominasi rumah tangga sebesar 39,78 persen, industri pengolahan 19,75 persen, serta perdagangan besar dan eceran sebesar 13,58 persen.

Secara wilayah, Kota Palu mencatat porsi penyaluran kredit terbesar, yakni 41,02 persen, diikuti Kabupaten Banggai sebesar 31,68 persen.

Adapun rasio NPL tertinggi di antara wilayah yang tercantum dalam data berada di Kabupaten Parigi Moutong sebesar 4,89 persen.

Data tersebut menggambarkan perkembangan penyaluran kredit, struktur pembiayaan UMKM, serta kualitas kredit perbankan di Sulawesi Tengah hingga Juli 2026.