Narasita.com- PALU, — Anggota DPRD Kota Palu, Reski Hardianti Ramadani, menggelar kegiatan reses caturwulan III di Jalan Tanjung Manimbaya, Lorong Hj. Nunung, Kompleks Darussalam, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, pada Kamis (23/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Reski menerima berbagai aspirasi warga yakni bantuan modal usaha, penanganan stunting, serta pengelolaan sampah di lingkungan setempat.

Salah satu warga, Dahniar mengusulkan bantuan modal usaha bagi pelaku usaha kecil di wilayah tersebut. Menanggapi hal itu, Reski menjelaskan bahwa program bantuan yang tersedia saat ini masih berbentuk bantuan peralatan usaha, sementara bantuan berupa modal tunai memiliki kriteria penerima yang cukup ketat, yakni hanya untuk warga dengan status ekonomi pada desil 1.

“Bantuan modal usaha hanya bisa diberikan kepada penerima yang masuk kategori desil tertentu. Tahun depan, insya Allah akan saya usulkan dalam anggaran perubahan (ABT),” ujar Reski.

Ia menambahkan, penginputan usulan warga melalui sistem SIPD untuk tahun anggaran 2026 sebenarnya telah dilakukan sejak Januari hingga September 2025. Namun, karena permintaan bantuan modal baru banyak muncul dalam reses kali ini, pihaknya berjanji akan mengoordinasikan kembali agar usulan tersebut dapat dimasukkan dalam program mendatang.

Selain itu, ia juga menerima masukan agar pemerintah turut menyediakan makanan tambahan bagi lansia, yang dinilai perlu menjadi bagian dari program kesejahteraan sosial di tingkat kelurahan.

Selain itu,Warga turut menyoroti masalah sampah yang dinilai belum tertangani optimal karena jadwal pengangkutan masih terbatas dua kali seminggu. Reski menilai, masalah kebersihan harus menjadi perhatian serius karena sejalan dengan misi Wali Kota Palu menjadikan Palu sebagai kota bersih.

“Kalau kita sudah membayar retribusi sampah, berarti kita berhak mendapat layanan pengangkutan yang baik. Tapi warga juga perlu membantu dengan menyiapkan sampah sesuai jadwal pengangkutan,” ujarnya.

Reski berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan pihak kelurahan dan dinas kebersihan agar pelayanan sampah bisa lebih rutin dan merata.

Selain tiga isu utama, warga juga mengeluhkan kurangnya penerangan jalan umum di Kompleks Darussalam. Reski menyatakan siap berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) terkait pemasangan tiang lampu di wilayah itu.

“Kalau tiang dari Perkim sudah tersedia, saya siap membantu pengadaan lampunya. Tapi harus melalui jalur resmi agar tidak ada pencabutan atau kehilangan di kemudian hari,” katanya.rlis