Narasita com- Palu, – Masalah infrastruktur jalan serta banjir yang kerap terjadi saat musim hujan kembali mencuat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kota Palu, Rini Haris, di Jalan Uwempeguru, Kelurahan Tondo, Senin (14/7/2025). Warga berharap keluhan dapat segera ditindaklanjuti.
Salah satu aspirasi datang dari Sugeng Tomo, warga sekaligus perwakilan dari SMA Negeri 5 Palu. Ia menyampaikan kondisi akses jalan dan drainase di depan sekolah yang rusak parah dan belum pernah mendapat perhatian serius.
Keluhan senada juga disampaikan Hasri Hamid, warga dari Kecamatan Mantikulore. Ia menyoroti lorong-lorong kecil di kawasan permukiman yang rawan tergenang air saat hujan turun.
“Banjir jadi masalah rutin. Jalan-jalan kecil di kompleks sering terendam dan tidak layak dilalui. Selain itu, kami juga butuh dorongan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Rini Haris yang merupakan anggota Komisi A DPRD Kota Palu menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan infrastruktur dan banjir melalui koordinasi lintas sektor.
“Saya akan bersama pihak kelurahan, kecamatan, dan Dinas PU untuk meninjau langsung lokasi-lokasi yang dikeluhkan. Kalau memang sifatnya mendesak, insyaallah Pemkot tidak akan tinggal diam,” ujar Rini saat sesi dialog.
Rini juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama terkait kebersihan saluran air. Menurutnya, saluran tersumbat menjadi penyebab utama banjir di banyak titik.
“Mari kita gotong-royong bersihkan saluran air. Sampah yang menumpuk di got itu bukan tanggung jawab pemerintah semata. Kesadaran warga sangat dibutuhkan,” pesannya.
Mengenai perbaikan jalan, Rini menjelaskan bahwa ia akan mengawal aspirasi tersebut dan memasukkannya ke dalam pokok-pokok pikiran sebagai bagian dari tugas legislasi. Namun, ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan besar.
“Banyak anggaran dipangkas, jadi kami belum bisa pastikan soal waktu. Tapi saya berkomitmen untuk terus memperjuangkannya selama lima tahun ke depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rini juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran retribusi sampah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Kalau PAD tinggi, pembangunan bisa lebih cepat. Maka dari itu, mari kita taat bayar retribusi dan PBB,” ajaknya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap sektor ekonomi, Rini turut membuka peluang bagi pelaku UMKM di wilayah Tondo untuk mengakses program bantuan usaha. Ia berjanji akan menghubungkan masyarakat dengan dinas-dinas teknis terkait agar mendapat informasi dan fasilitas yang dibutuhkan.





