JAKARTA, NARASITA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data terbaru terkait aktivitas gempa susulan Flores M7.7. Tercatat, hingga Rabu, 02 September 2026 pukul 05.00 WIB, telah terjadi 11.185 kejadian gempa bumi susulan di wilayah Flores dan sekitarnya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Angka ini menunjukkan aktivitas tektonik yang sangat tinggi pasca gempa utama M7.7 beberapa waktu lalu.
Rangkaian gempa susulan Flores M7.7 ini berlangsung selama 12 hari sejak gempa utama. Menurut BMKG, magnitudo terbesar dari gempa susulan mencapai 6.2, sementara yang terkecil tercatat 0.9. Dari total kejadian, sebanyak 36 gempa susulan memiliki magnitudo lebih besar atau sama dengan 5.0, yang berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.
Meskipun demikian, tidak semua gempa susulan Flores M7.7 dirasakan oleh masyarakat. BMKG mencatat hanya 165 kejadian yang dilaporkan dirasakan oleh warga. Mayoritas gempa susulan memiliki magnitudo di bawah 3.0, sehingga tidak menimbulkan getaran yang dapat dirasakan manusia.
“Hingga 02 September 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat 11.185 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6.2. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi,” kata BMKG.
Analisis BMKG menunjukkan bahwa tingginya jumlah gempa susulan Flores M7.7 ini menegaskan besarnya energi tektonik yang dilepaskan oleh gempa utama. Fenomena ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya gempa bumi.





