ROMA, NARASITA – AS Roma cetak 10 gol dalam tiga pertandingan pertama Serie A musim 2026/27, sebuah capaian luar biasa yang menandai rekor produktivitas tertinggi Giallorossi dalam 66 tahun terakhir. Performa ofensif yang mengesankan ini terjadi pada awal September 2026, di mana tim ibu kota Italia tersebut tampil superior di Stadion Olimpico.
Musim 2026/27 dibuka dengan gebrakan AS Roma cetak 10 gol, sebuah angka yang pada musim sebelumnya baru tercapai pada laga kesembilan. Keberhasilan ini tidak lepas dari perubahan tempo permainan yang signifikan serta kontribusi dari banyak pencetak gol berbeda, memperlihatkan kedalaman skuad yang dimiliki.
Lima pemain berbeda tercatat menyumbangkan gol untuk AS Roma. Mereka adalah striker Donyell Malen, winger Matías Soulé, gelandang muda Niccolò Pisilli, bek Mario Hermoso, dan penyerang muda Mora. Variasi sumber gol ini menunjukkan serangan Roma kini lebih sulit diprediksi.
Rekor AS Roma cetak 10 gol dalam tiga laga awal terakhir kali tercipta pada musim 1960/61, kala itu mereka bahkan mencetak 12 gol. Kala itu, Roma mengalahkan Bari (3-0), Udinese (6-1), dan Torino (3-2). Musim 1960/61 tersebut berakhir dengan finis di posisi kelima Serie A dan menjuarai Piala Inter-Cities Fairs.
Catatan impresif ini memberikan harapan besar bagi para penggemar AS Roma untuk kembali mengangkat trofi. Terakhir kali Roma meraih gelar juara adalah pada tahun 2022 di bawah kepelatihan José Mourinho, dan kini dengan performa ofensif yang menggebu, optimisme kembali merebak.
Seorang analisis media Italia menyoroti pencapaian ini, “Roma belum pernah mencetak begitu banyak gol setelah 270 menit pertama dalam 66 tahun terakhir.”
“Perubahan tempo terlihat jelas, dan bukan hanya Malen yang mencetak gol,” kata seorang pengamat Serie A, menggarisbawahi pentingnya kontribusi kolektif dalam keberhasilan AS Roma cetak 10 gol ini. Kinerja awal musim ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi Roma untuk bersaing di papan atas Serie A.





