MADRID, NARASITA – Ketegangan antara pemain muda Real Madrid, Dean Huijsen, dengan striker Inter Milan, Lautaro Martínez, memanas usai pertandingan persahabatan elit di Stadion Santiago Bernabéu pada 09/09. Insiden bermula dari sapuan bola tinggi Huijsen yang nyaris mengenai wajah Lautaro Martínez, berlanjut dengan adu argumen di lapangan dan diakhiri sindiran tajam dari Huijsen.
Peristiwa ini terjadi pada menit ke-78 laga persahabatan yang mempertemukan kedua tim raksasa Eropa. Lautaro Martínez, kapten Inter Milan berusia 29 tahun, terlihat tidak senang dengan tindakan bek tengah Real Madrid, Dean Huijsen (20 tahun), yang dianggap berbahaya. Konfrontasi verbal singkat sempat terjadi di lapangan, memicu perhatian publik terhadap ketegangan Dean Huijsen vs Lautaro Martínez.
Komentar pasca-laga semakin memperkeruh suasana. Lautaro Martínez, yang musim lalu mencetak 21 gol di Serie A, melontarkan kritik pedas terhadap performa Real Madrid. Ia menyebut tim tuan rumah bermain sangat buruk, hal yang langsung memicu balasan dari Dean Huijsen.
“Madrid bermain sangat buruk. Saya hanya mengatakan apa yang saya lihat di lapangan,” kata Lautaro Martínez.
Dean Huijsen, bek tengah yang musim lalu tampil 18 kali di La Liga, tidak tinggal diam. Ia membalas sindiran Lautaro Martínez dengan menyinggung trauma Inter Milan di final Liga Champions.
“Jika dia ingin bicara soal performa, seharusnya dia juga ingat bahwa Real Madrid tidak pernah kalah 5-0 di final Liga Champions. Hormati sejarah kami,” kata Dean Huijsen.
Sindiran Dean Huijsen ini merujuk pada kekalahan telak Inter Milan di final Liga Champions di masa lalu. Pernyataan tersebut disambut positif oleh sebagian fans Real Madrid, namun juga dinilai sebagai provokasi berlebihan oleh para penggemar Inter Milan, yang semakin memanaskan rivalitas Dean Huijsen vs Lautaro Martínez.
Ketegangan antara Dean Huijsen dan Lautaro Martínez ini menjadi sorotan utama. Situasi ini menunjukkan tensi tinggi yang mungkin akan berlanjut jika kedua pemain atau tim kembali bertemu di kompetisi resmi. Real Madrid dan Inter Milan dikenal memiliki sejarah rivalitas yang kuat di kancah sepak bola Eropa.





