ROMA, NARASITA – Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, akan menghadapi ujian berat saat timnya menjamu Inter Milan pada Minggu ketiga September 2026 di Stadio Olimpico. Inter Milan menjadi momok Gasperini, tim yang belum pernah ia kalahkan selama hampir delapan tahun, menjadikan laga ini krusial bagi momentum positif Giallorossi.
AS Roma datang dengan catatan impresif, tidak terkalahkan dalam 12 pertandingan terakhir di Serie A musim 2026/2027. Namun, rekor buruk Gasperini melawan Inter Milan, tim yang selalu menjadi momok Gasperini, membuat pertandingan ini diprediksi penuh tekanan. Kemenangan terakhir Gasperini atas Nerazzurri terjadi pada tahun 2018, sejak itu ia selalu kesulitan menghadapi raksasa Milan tersebut.
Pertandingan ini menjadi kesempatan emas bagi AS Roma dan Gasperini untuk mematahkan kutukan tersebut. Memutus tren negatif melawan Inter Milan akan memperkuat posisi Roma di papan atas dan membuktikan kapasitas Gasperini untuk membawa tim bersaing di jalur Scudetto. Inter Milan dengan lini serang tajam dan pertahanan solidnya akan menjadi lawan yang sangat sulit.
Bagi Gasperini, laga ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang pembuktian diri. Mengatasi tim yang selama bertahun-tahun menjadi momok Gasperini akan menjadi pencapaian signifikan. Ini juga akan menjadi pernyataan kuat AS Roma di mata para pesaing mereka.
“Inter menjadi momok bagi Gasperini, hampir delapan tahun tanpa kemenangan,” kata Corriere dello Sport dalam laporannya.
“Roma datang dengan modal 12 laga beruntun tanpa kekalahan,” tambah Tuttomercatoweb, menyoroti performa stabil Giallorossi.
Dampak pertandingan ini akan sangat besar. Jika Roma berhasil menaklukkan Inter Milan, momentum positif mereka akan terus berlanjut. Sebaliknya, kekalahan bisa sedikit meredam euforia awal musim. Bagi para penggemar, laga ini menjanjikan tensi tinggi dan menjadi indikator seberapa jauh AS Roma bisa melangkah di Serie A musim ini menghadapi Inter Milan yang selalu menjadi momok Gasperini.





