ROMA, NARASITA – Pelatih S.S. Lazio, Gennaro Gattuso, menuntut kiper andalannya, Christos Mandas, untuk tidak hanya mengawal gawang tetapi juga aktif membangun serangan dari lini pertama. Filosofi Gattuso minta Mandas berperan ganda ini terlihat jelas sejak awal musim Serie A 2026/27 di Stadion Olimpico.
Mandas, kiper asal Yunani, kini menjadi bagian integral dari strategi ‘build-up’ Lazio. Ia diharapkan mampu mengalirkan bola dengan kakinya, bahkan memicu terciptanya peluang gol, sebagaimana yang telah ditunjukkannya dalam beberapa pertandingan penting.
Data statistik di Serie A menunjukkan peran signifikan Mandas. Ia telah mencatatkan 136 umpan dan 183 sentuhan bola. Angka ini menempatkannya pada peringkat ke-6 untuk jumlah umpan dan peringkat ke-5 untuk jumlah sentuhan di antara semua kiper Serie A.
Di internal Lazio, Mandas bahkan berada di posisi ke-6 untuk kedua kategori, menunjukkan betapa besar keterlibatannya dalam permainan tim. Kontribusinya sangat menonjol dalam gol pertama Lazio melawan Milan, di mana umpan vertikalnya berhasil mematahkan tekanan lawan dan membuka jalur serangan.
Instruksi Gattuso sangat jelas: Mandas tidak sekadar mengamankan bola. Ia harus berani mengambil keputusan dan mengalirkan permainan. Ini sejalan dengan filosofi sang pelatih yang memandang kiper sebagai pemain tambahan dalam fase build-up.
Peran membangun serangan yang diberikan Gattuso kepada Mandas tentu datang dengan risiko. Namun, kiper muda ini semakin jarang melakukan kesalahan, sekaligus tetap menunjukkan konsistensinya sebagai ‘shot-stopper’ yang handal.
“Mandas tidak sekadar mengamankan bola di belakang, tetapi berani mengambil keputusan dan ikut mengalirkan permainan dari lini pertama,” kata Corriere dello Sport, media olahraga terkemuka Italia, mengomentari performa Mandas.





