MAKASSAR, NARASITA – PSM Makassar menunjukkan ketergantungan signifikan pada kreativitas Navarone Foor PSM selama Liga 1 musim 2026/27. Gelandang asal Belanda berdarah Toraja-Maluku ini menjadi motor serangan utama Juku Eja, dengan empat dari total enam gol tim berawal dari kreasinya. Fakta ini terungkap dari analisis statistik pertandingan PSM di berbagai laga.

Navarone Foor, yang baru bergabung pada musim 2026/27, langsung menjelma menjadi pemain kunci di lini tengah PSM. Kontribusinya meliputi visi permainan, distribusi bola yang akurat, serta kemampuan menciptakan peluang gol. Kehadiran Foor sangat vital dalam membangun serangan PSM Makassar.

Peran Foor sebagai playmaker tidak hanya terbatas pada assist langsung, tetapi juga dalam membangun serangan (build-up) yang membuka ruang bagi rekan setimnya. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 66% gol PSM musim ini terkait langsung dengan kreativitas Navarone Foor PSM.

Meski Foor menjadi pembeda, kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai diversifikasi serangan PSM. Pelatih Darije Kalezic diharapkan dapat mengembangkan strategi agar tim tidak terlalu bergantung pada satu pemain. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas tim jika Foor berhalangan tampil.

Data tim PSM Makassar menegaskan dominasi peran sang gelandang. “Sebanyak 4 dari 6 gol Juku Eja berawal dari kreasi seorang Foor,” ungkap laporan tim, menyoroti betapa krusialnya kreativitas Navarone Foor PSM.

Ketergantungan ini, di satu sisi, membuktikan kualitas Foor sebagai motor serangan dan playmaker utama. Di sisi lain, hal ini menyoroti perlunya PSM untuk mencari opsi serangan lain agar tidak mudah dibaca lawan. Para pendukung Juku Eja tentu berharap Foor dapat terus mempertahankan performa apiknya dan membawa PSM bersaing lebih kompetitif di Liga 1.