DAMMAM, NARASITA – Tijjani Reijnders, mantan gelandang Manchester City, akhirnya membuka alasan di balik keputusannya untuk bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Qadisiah, pada September 2026. Kepindahan ini secara terang-terangan didasari oleh pertimbangan masa depan finansial keluarganya.
Reijnders, yang saat ini berusia 28 tahun, telah meneken kontrak jangka panjang dengan klub Liga Pro Saudi tersebut. Keputusan ini diambil meskipun harus meninggalkan persaingan ketat di liga-liga Eropa.
Pemain asal Belanda ini menegaskan bahwa nilai kontrak yang besar dari Al Qadisiah menjadi faktor penentu utama. Kontrak tersebut diyakini akan menjamin stabilitas keuangan bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga generasi penerus keluarganya.
“Dengan menandatangani kontrak besar ini, saya bisa memastikan bahkan cucu-cucu saya aman secara finansial, jadi mengapa saya tidak melakukannya meski harus keluar dari kompetisi Eropa,” kata Tijjani Reijnders.
Sebelum bergabung dengan Al Qadisiah, Reijnders memiliki perjalanan karier yang cukup impresif, mulai dari AZ Alkmaar, AC Milan, hingga Manchester City pada periode 2025-2026. Al Qadisiah sendiri merupakan salah satu klub Arab Saudi yang aktif merekrut pemain Eropa sebagai bagian dari proyek Saudi Pro League.
Pernyataan Tijjani Reijnders ini menyoroti tren yang semakin menguat di dunia sepak bola modern. Faktor finansial kini menjadi penentu utama dalam banyak keputusan karier pemain, bahkan mengalahkan ambisi kompetitif di liga-liga top Eropa.
Kepindahan Tijjani Reijnders ke Arab Saudi menambah daftar panjang pemain bintang yang memilih jalur ini, sekaligus memicu perdebatan mengenai prioritas antara pencapaian olahraga dan keamanan ekonomi jangka panjang.





