PALU, NARASITA — Pemerintah Kota Palu membuka Night Market dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu di Jalan Moh. Yamin, Jumat malam (25/9/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam konsep Car Free Night itu menjadi ruang bagi masyarakat sekaligus pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beraktivitas, berkreasi, dan mengembangkan usaha.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan, peringatan HUT Kota Palu tidak semata-mata menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Mulai malam hari ini, mari kita bersama-sama mengisi kemeriahan HUT ke-48 Kota Palu. HUT selalu menjadi momentum yang ditunggu-tunggu oleh kita semua, khususnya kami pemerintah dan masyarakat Kota Palu,” ujar Hadianto.

Menurut dia, kegiatan yang melibatkan UMKM perlu terus dikembangkan agar semakin banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan dan mengembangkan produknya.

Hadianto mencontohkan pelaksanaan Car Free Day di Kota Palu yang pada awalnya berjalan dengan berbagai keterbatasan. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang dan mulai dilihat pelaku UMKM sebagai peluang usaha.

“Kalau kita melihat beberapa pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan UMKM, contohnya Car Free Day. Tadinya kita memulai cukup tertatih-tatih, akhirnya tumbuh dan keluarga UMKM melihat ini sebagai sebuah potensi,” katanya.

Hal serupa, kata Hadianto, terlihat dalam pelaksanaan Ramadhan Night Market yang mendapat antusiasme masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemkot Palu untuk terus menghadirkan ruang-ruang baru bagi pelaku UMKM.

“Pelaksanaan Car Free Night ini salah satu upaya terobosan yang dilakukan pemerintah untuk terus mendorong, bukan hanya sekadar memeriahkan HUT Kota Palu, tetapi juga membuka spirit baru bagi UMKM untuk terus tumbuh dan berkreasi dengan lebih baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 pelaku UMKM turut berpartisipasi. Hadianto meminta jumlah peserta dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak pelaku usaha lokal yang mendapatkan ruang untuk berjualan.

Ia juga mendorong agar partisipasi UMKM diperluas hingga sisi selatan dan utara kawasan Vatulemo.

“Saya minta ditambah, baik di sisi selatan maupun utara Vatulemo, sehingga makin banyak keluarga UMKM kita yang ikut serta meramaikan Car Free Night Pemerintah Kota Palu,” kata Hadianto.

Selain pengembangan UMKM, Hadianto menekankan pentingnya kebersihan selama kegiatan berlangsung. Ia meminta pelaku usaha dan masyarakat turut menjaga kebersihan kawasan serta saling mengingatkan untuk tidak meninggalkan sampah.

“Saya minta tolong jaga kebersihan. Kebersihan itu nomor satu bagi kita. Pemkot tumbuh dengan baik kebersihannya. Jadi saya minta pelaku-pelaku usaha saling mengingatkan,” tegasnya.

Pelaksanaan Night Market juga mendapat dukungan dari Bank BTN sebagai salah satu mitra Pemkot Palu.

Hadianto menyebut dukungan tersebut antara lain berupa cashback 30 persen bagi masyarakat yang menggunakan layanan Bale. Menurut dia, dukungan tersebut dapat menjadi salah satu stimulus untuk meningkatkan aktivitas masyarakat selama Car Free Night.

“Ini luar biasa. Support yang diberikan BTN kepada Pemerintah Kota Palu. Kami meyakini dengan support ini Car Free Night akan semakin bergairah,” ungkapnya.

Hadianto berharap pelaksanaan Car Free Night tidak berhenti sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Palu, tetapi dapat menjadi ruang yang memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“Semoga pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan semoga meninggalkan kesan yang baik bagi kita semua,” pungkasnya.