INGGRIS, NARASITA – Klub-klub Liga Premier dikabarkan tengah mempersiapkan langkah hukum terhadap Manchester City menyusul putusan bersalah atas pelanggaran regulasi keuangan. Tindakan ini diambil setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir semua tuduhan pelanggaran, yang memicu kerugian finansial dan sportivitas bagi klub-klub lain di Liga Premier.
Kabar mengenai rencana gugatan kolektif oleh klub Liga Premier ini pertama kali diungkap oleh jurnalis David Ornstein dari The Athletic FC pada akhir September 2026. Laporan tersebut menyebutkan bahwa sejumlah klub merasa dirugikan, termasuk potensi kehilangan jatah Liga Champions dan bonus sponsor akibat pelanggaran yang dilakukan Manchester City. Klub-klub Liga Premier kini memobilisasi pengacara terkemuka untuk melakukan aksi hukum bersama.
Pelanggaran yang dilakukan Manchester City ini diperkirakan menyebabkan kerugian signifikan bagi klub-klub pesaing. Misalnya, klub yang gagal lolos ke Liga Champions karena kinerja City yang diuntungkan pelanggaran tersebut, bisa kehilangan pemasukan miliaran rupiah. Oleh karena itu, klub Liga Premier bertekad menuntut ganti rugi secara finansial dari Manchester City.
Jika gugatan ini berlanjut, ini akan menjadi salah satu kasus hukum paling monumental dalam sejarah Liga Premier. Para klub Liga Premier menyatukan suara untuk menjaga integritas kompetisi, serta menuntut keadilan dari Manchester City yang dianggap telah merusak persaingan sehat melalui pelanggaran regulasi keuangan. Kasus ini juga akan menjadi ujian besar bagi kredibilitas dan penegakan regulasi di Liga Premier.
“Klub-klub Liga Premier berencana mengambil tindakan hukum sebagai respons terhadap Manchester City yang dinyatakan bersalah atas hampir semua tuduhan terkait pelanggaran regulasi keuangan liga,” kata David Ornstein, The Athletic FC.
Ancaman gugatan dari klub Liga Premier ini menambah tekanan terhadap Manchester City, yang kemungkinan besar akan menghadapi sanksi tambahan dari otoritas liga. Di sisi lain, bagi klub-klub yang merasa dirugikan, ini adalah kesempatan untuk menuntut kompensasi atas kerugian yang mereka alami. Liga Premier sendiri akan menghadapi tantangan besar dalam menjaga stabilitas dan reputasi di mata publik dan penggemar sepak bola.





